Just another WordPress.com weblog

SEPI dan DIRInya

“Ketika kau tak sanggup melangkah
hilang arah dalam kesendirian
tiada mentari bagai malam yang kelam
tiada tempat untuk berlabug
bertahan terus berharap
ALLAH selalu disisimu”

(insyaALLAH-PADI feat maher zein)

Dia gadis yang riang. Dulu.
tapi siapa yang saat ini dihadapanku…
Dia berkata hidupnya baik-baik saja.
Dia masih bisa ceria seperti biasanya, seperti dulu.
itu pengakuannya.

baiklah..aku bisa saja percaya pada katamu.
aku bisa saja tak peduli.
tapi..apa ini?
mata itu dingin?
ada yang salahkah disana?

kau kaget..
dan berusaha menutup rapat semua jendela hatimu
agar aku tak dapat melihat apa yang sebenarnya terjadi didalam sana.
semakin kau mengelak
semakin jelas ku lihat
semakin dingin aku rasakan

hingga akhirnya perlahan kau melemah
luluh akan sorotan mataku
kau buka pintu hati mu..
dan benar dugaan ku
aku menemukan gadis riangku
meringkuk..
dingin..
dan sepi..

aku tanyakan padamu..
“kesepiankah?”
tak sepatah pun ku dengar jawaban

yang hadir malah buliran jernih yang tak terbendung
menganak sungai tanpa suara
membuat kaca mata mu pun mengembun

apa yang terjadi?
mana gadis ceriaku yang dulu..???

lagi
ku tanyakan padamu
“kesepiankah?”
dan sorot mata itu cukup menjawab apa yang aku tanyakan..

tubuh itu pun menjatuhkan diri pada pelukku
isak tangis memecah sunyinya senja

dinginkah?
sepi?
anggukkan lemahmu..
membuatku tak punya alasan untuk tak mendekapmu semakin erat…

ku biarkan kau larut dalam isak tangismu..
ku izinkan kau meneriakkan jeritan batinmu..

setelah itu..
keluarlah dari ruang dingin nan sepi ini
cukup kau gunakan ceriamu sebagai topeng kesendirianmu
beranikan dirimu
lihat lah…hidup ini terlalu berharga untuk kau lewatkan begitu saja
kau gadis riangku yang tangguh..
keluarlah dari ruang dingin itu..

sambutlah hidupmu dengan senyum bahagia..

bukankah sebentar lagi kau akan memasuki kehidupan barumu
bersama seseorang yang baru
ingat..KTP pun kan berganti..^^
Jadi seorang istri bukan pekerjaan gampang..
tapi yakin gadisku pasti bisa..

runtuhkanlah dinding-dinding ego itu
bukalah pintu hati mu
biarkan teman-temanmu masuk
agar tak lagi kau rasakan sendiri
bukalah jendela-jendela hatimu
agar kau rasakan hangatnya sinaran kasih sayang dari sekitarmu

semoga kelak tak kutemukan lagi
kau dalam ruang dingin dan sepi itu…
dan pelukkan senjamu
jadi salah satu hadiah terindah yang ALLAH berikan
pada jiwa yang juga nyaris mendingin..

aneh rasanya harus mengakui kalau kau memberikanku alasan untuk aku bertahan.. ^^
terimakasih…

Melihat photo ketika wisuda kang Panji dan kang Wisnu…
aku dengan toga pinjaman(he, toganya kang wisnu…ukurannya M loh…:D)

akankah aku akan kembali mengenakan toga ku sendiri (bukan toga pinjaman) dan kembali berphoto dengan mereka yang ada diphoto itu. Semoga.

Pagi ini aku menyelesaikan tugas untuk membuat peta hidup 3 tahun ke depan. Dan aku sama sekali tak terbayang ada dimana kalian?akan menjadi apa? akan menikah dengan siapa? masihkah kalian ingat padaku? 3 tahun yang akan datang.

ketika aku wisuda nanti….boleh kah aku meminta kalian berkumpul kembali di kampus ini? meninggalkan sejenak kesibukkan kalian di dunia baru kalian.

untuk sahabat-sahabatku (ririn, era, icun) dan teman-temanku yang akan prasidang hari ini…semoga ALLAH melancarkan urusan kalian dan urusan ku di hari ini…^^ SEmanGat ^^9

catatan 29 April 2011

Dia akan kembali ketanah kelahirannya akhir bulai mei.
akhirnya aku kembali tersadar kalau perpisahan itu pasti akan datang.
cepat atau pun lambat
ingin atau pun tak ingin

satu per satu pergi…
mereka mendatangi tempat singgah selanjutnya setelah sekian lama kita sama-sama disini..
dan memang tidak ada yang abadi termasuk kebersamaan kita.

dan sebentar lagi pun aku yakin, aku akan mendatangi tempat singgahku yang selanjutnya.
oh ya…kawan…
entah nama siapa yang akan tercantum di piala bergilir itu untuk yang pertama kali…siapa pun itu aku akan sangat menantikan hari bahagia itu menghampirimu…dan aku berharap bukan nama ku yang pertama :P

Dan disaat hari bahagia itu datang aku berharap ALLAH mengizinkan kita berkumpul kembali disana. ditempat yang belum kita ketahui?

sedih sih akan prasidang dan sidang tanpa kalian. SKRIPSI ini…harus aku tuntaskan tanpa kalian ada disini. Semoga ALLAH menguatkanku dan menjauhkan rasa malas dari diriku.

Selamat kawan…selamat memasuki dunia baru kalian…
semoga kalian bahagia disana..

akhirnya saya nekad daftar Indonesia Mengajar sebagai Pengajar Muda angkatan ke III. walaupun gelar sarjana belum di dapat. InsyaALLAH semoga ALLAH merestui saya bisa lulus sidang sebelum pemberangkatan PM III. aamin…

aku ingin…

Ternyata seperti inilah dunia yang selama ini aku singgahi..dan sekarang aku tersadar,,,dulu aku sama seperti mereka..
tapi kini aku melihat dunia lain…dunia diluar sana…dunia yang mengajarku tuk tak peduli pada sebuah ego kepentingan diri…mungkin akan tampak bodoh di manusia-manusia normal..tapi aku merasa hidup di dunia baru yang aku temukan..
aku tak lagi takjub pada prestasi-prestasi mereka di dunia robot itu…meski aku yakin mereka tak merasa bak seorang robot..
aku sedang takjub pada prestasi para manusia-manusia yang benar-benar hidup..pada mereka yang tau apa makna dari sebuah kehidupan…kehidupan yang tak abadi….

dunia ini unik..begitu pula dengan para penghuninya…
ada yang sibuk dengan urusan dirinya sendiri..
ada yang begitu menikmati dunianya…
tapi ada juga yg jengah dengan dunianya sendiri..

entahlah…semakin aku melihat sekitar ku…
semakin aku ingin segera meninggalkan tempat ini…dan pergi ketempat lainnya…
dulu aku bukan siapa-siapa…dan sekarang??? (mungkin saja aku tetap bukanlah siapa-siapa…tapi yang jelas di tempat ini aku mengalami perubahan)

aku ingin pergi ketempat yang tak banyak orang mengenalku atau bahkan tak ada seorang pun yang mengenalku disana…
aku ingin memerankan peran yang baru ditempat yang baru..

inilah salah satu alasan ku..ingin menolak tawaran ustadz ku..(abi…ummi…ma’af karena tak bisa menerima tawaran itu…diam ku yang kemarin bukan tanda aku setuju..itu hanya ekspresi kekagetan ku saja…ma’af…insyaALLAH akan ada yang jauh lebih baik dan pantas untuk nya..)
entahlah rasanya tak ingin menetap di tempat ini…karena mau tak mau selama aku masih di kota ini…kampusku akan selalu terlihat…dan terlalu banyak kenangan disana..dan aku hanya ingin kenangan itu bersemayam dalam catatan sejarah hidupku saja…catatan yang suatu hari nanti akan aku buka kembali dan ku ceritakan pada anak dan cucu ku…

aku ingin singgah ke tempat lain…

sekarang tahun terakhirku di kampus ini…SKRIPSI…akan jadi tiket pembebasan ku…meskipun ia akan jadi kunci terbukanya gerbang tantangan yang selanjutnya…aku harus bisa mendapatkan tiket pembebasan itu…hayooo.. PASTI bisa…HARUS bisa…insyaALLAH…

Pulang ke tanah kelahiran jadi salah satu opsi yang keluargaku tawarkan..
hmm…bukannya aku tak mau..tapi aku belum yakin apa aku siap menerima keputusan mereka..
aku tak yakin apa aku akan meraih dunia yang kuinginkan jika apa yang mereka kehendaki atas ku benar-benar terjadi…
ya…aku tau …restu dan ridho orang tua adalah kunci keberkahan hidup…
tapi..itukah dunia yang aku inginkan…
dunia yg tampak nyaman bagi seorang wanita..
iya..bagaimana tidak…ketika seorang wanita dipinang oleh seorang pemuda tampan nan mapan..siapa yang akan menolak?
seakan masa depan mereka tergambar cerah bersama pemuda itu…seharusnya tak ada alasan untuk mengatakan “TIDAK”…tapi aku lakukan itu meski ada akhirnya kalian tau apa yang terjadi??? (ah…sudahlah..lebih baik tak diceritakan…>)

aku tlah lelah mencoba memahamkan mereka tentang kehidupan seperti apa yang aku inginkan…sayangnya,tak ada seorang pun dari mereka yang mencoba untuk mengerti…semuanya menganggap tindakan ku sebagai tindakan konyol seorang anak yang menginginkan hidup di dunia yang tampak aneh bagi mereka..(oh no….masa-masa suram itu cukup saat itu saja)

aku yakin di dunia ini tak ada yang abadi…ada hal yang ku suka disini , ada juga yang tak ku suka..
dan di tempat yang baru kelak pun aku akan mengalami hal yang sama..hanya saja aku sudah memiliki seseorang yang akan mendengarkan semua celotehan ku dengan sabar..dan menerima segala kekurangan ku…ia lah yang akan menjadi jalan dari ALLAH untuk menguatkanku menapaki luasnya hamparan jalan hidupku kelak…

meskipun sampai saat ini aku tak tau siapa dia?, dimana dia berada?, dan aku tak tau kapan ia kan datang menjemputku…
tapi aku yakin dia pasti akan datang…dan disini aku akan menunggunya…membawaku pergi ketempat yang jauh dari segala kenangan ku di kota ini…

catatan lebay..dari seorang mahasiswi tingkat akhir…
it’s me…^^V

Peran Baru…

entahlah…akhir-akhir ini jadi sering dianggap “penasehat cinta”…
padahal..pengalaman saja bisa dibilang tidak memenuhi syarat untuk dipilih sebagai penasehat dalam urusan ini.

mulai dari masalah yang biasa sampai ke masalah yang sudah terbilang serius..
hmm..
pada dasarnya saya mengambil banyak pelajaran dari setiap kisahnya..setidaknya tanpa harus mengalami hal yang sama…sedikit banyak saya menjadi tahu apa yang seharusnya dilakukan ketika seseorang mengalami hal yang sama…

tahun ini angkatan saya terbilang sudah menjadi “angkot” dikampus sehingga tak jarang banyak adik tingkat yang curhat dari mulai masalah-masalah sederhana sampai masalah yang terbilang serius atau bahkan sangat rahasia bagi mereka..

tak jarang jadi kakak panggilan..untuk adik2 yang ingin mabit (nginep) bareng untuk berbagi kebimbangan mereka…

kadang, ketika itu aku ingin menertawakan diriku sendiri yang tampak sok dewasa dan bijak di hadapan mereka..
aku berusaha jadi kakak yang baik..meskipun aku ditakdirkan tidak memiliki adik kandung..tapi di tempat ini aku memiliki banyak adik yang secara tidak langsung menjadi tanggungjawabku..

ketika mereka ingin menangis ku sediakan tubuhku untuk mereka peluk…ketika mereka merasa lelah kusediakan bahu ku untuk mereka bersandar sejenak…ketika mereka ingin bercerita kan ku siapkan telingaku untuk mendengarkan….

pelukan erat, tangis yang tertahan, airmata yang mengalir deras atau bahkan airmata yang menyembul dengan sembunyi-bunyi…entahlah mereka sadar atau pun tidak…itulah yang mereka persembahkan untuk ku..untuk aku yang sedang belajar menjadi seorang kakak.

bahkan tak jarang dari sekedar permintaan saran….berakhir pada permintaan suatu penentuan keputusan…padahal kadang keputusan itu bukan keputusan sembarangan…keputusan yang akan mempengaruhi kehidupan mereka kedepannya..

dari mulai rahasia umum sampe rahasia yang tidak banyak orang tahu..bahkan diakhir cerita rahasia itu …mereka akan mengeluarkan kalian ancaman agar aku tak menceritakannya pada orang lain…

aku siap belajar jadi sosok kakak yang mereka inginkan…tapi di dasarkan hatiku ada ketakutan tersendiri…
mampukah aku untuk terus jadi sosok “wonder woman” bagi mereka?
karena aku sadar…aku takkan selamanya bisa ada untuk mereka…terutama secara fisik..
itulah perjuanganya yg sekarang sedang aku usahakan…menyadarkan mereka..bahwa diri ini tidak akan selamanya bersama mereka..

aku mengambil sebagian tanggungjawab atas mereka…bahkan ada seorang ibu yang akhirnya benar-benar menitipkan anaknya pada orang yang belum pernah beliau kenal..ibu itu menitipkan anaknya padaku..memintaku untuk merubahnya..subhanallah…aku hanya mampu berkata Maha Suci Engkau ya Rabb..berikanlah aku kekuatan untuk memenuhi permintaan ibu itu.

aku ingin tampak kuat di hadapan mereka..padahal aku tak sekuat yang mereka lihat…
mereka melihat sisi kedewasaan ku padahal sisi kekanak2an ku harus aku kerangkeng di hadapan mereka…
ya,,ini lah peran yang sedang aku lakoni..

aku berharap semoga kelak aku benar2 bisa melakonkan sebuah peran dimana aku bisa jadi diriku yang sebenarnya…

salam sayang tuk adik2ku ^^

skripsweet….

ingin lulus…ingin sidang..

yg paling menghantuin akhir-akhir ini adalah skripsweet…ngeliat temen- temen yang lain dah nyampe mana…dan aku…ha..ucy…ucy…

boleh aja kamu cinta ma dunia kampus…tapi bukan gini juga caranya…cepet lulus mah kudu…
inget…tahun ini…tahun terakhir masih nyusahin keluarga…
2012…dah harus mandiri…

urusan mudik atau pun akan di Bandung dulu…itu bisa di atur-atur…sekarang mah skripsweet dulu tah kerjain….

Ganbatekudasai…^^9

kalimat yang sekarang ada dibenakku…
“inginku segera meninggalkan dunia ini…dunia seorang mahasiswa”

aku tak mengingkari kalau lah dari dunia ini (baca: dunia mahasiswa) belajar banyak hal. Bahkan sangatlah banyak……..

Mengingatkanku pada sosok mahasiswa baru yang di tahun pertama kuliahnya terus saja mempertanyakan apa saja yang seharusnya dilakukan oleh seseorang yang berlabelkan “Mahasiswa”.

dan ALLAH bersama waktu-NYA menuntut ia menemukan satu per satu jawaban atas pertanyaan-pertanyaannya ketika itu. Melalui orang-orang di sekitarnya, melalui aktivitasnya, melalui organisasi-organisasi yang ia ada di dalamnya, dan melalui amanah-amanah yang diletakan di pundaknya.

satu hal yang pasti tugas mahasiswa “seharusnya” bukanlah hanya belajar dalam konteks jurusan yang ia tekuni. Mahasiswa punya amanah yang jauh lebih besar dari itu. Meskipun tetap dalam konteks “BELAJAR”.

Mahasiswa, mau tidak mau adalah sebuah gelar istimewa karena tidak semua anak Indonesia bisa mendapatkannya. Padahal ” mencerdaskan kehidupan bangsa” adalah cita-cita negeri ini. Hak dari semua anak Indonesia. Tapi, ALLAH hanya mentakdirkan sebagian dari anak Indonesia saja yang mendapatkannya. dan kalian adalah harapan dari sebagian yang lain.

wahai,,,para mahasiswa …sadarkah kalian ..kalau lah biaya kuliah kalianpun di tanggung oleh rakyat ini..lalu…lalu apa yang bisa kalian berikan untuk mereka..????

KAMPUS, tempat belajar banyak hal. miniatur masyarakat yang sesungguhnya. aku bertemu dan kenal banyak orang di tempat ini. tentu dengan karakternya masing-masing. di tempat ini lah seharusnya kita belajar dengan optimal, memanfaatkan setiap kesempatan yang tersedia.

>>>>>>>>>>>>>>>.

apa itu manajemen waktu?apa itu amanah? apa itu tanggungjawab? apa itu kekeluargaan? apa itu pertemanan? apa itu kekecewaan? apa itu kebanggaan? apa itu kepuasan? apa itu tawa? apa itu air mata? apa itu lelah? apa itu pengorbanan? apa itu regenerasi? apa itu kewajiban? apa itu uang? apa itu? apa itu? dan apa itu?
itu lah sebagian kecil dari semua tanya yang tercipta dalam otakku..
dan semua pertanyaan-pertanyaan itu perlahan terjawablah sudah…

>>>>>>>>>>

“Siapa itu Mahasiswa?”
mahasiswa sebagai penuntut ilmu.
mahasiswa sebagai organisator.
mahasiswa sebagai da’i.
mahasiswa sebagai seorang pemimpin.
mahasiswa sebagai generasi penerus.
mahasiswa sebagai penyambung lidah rakyat.
mahasiswa sebagai santri.
mahasiswa sebagai pekerja.
mahasiswa sebagai…….??? (masih ada begitu banyak jawaban yang seharusnya mampu di tuliskan oleh seseorang yang menyanang gelar “Mahasiswa”)

>>>>>>

dari dunia ini…aku rasa…sudah ku temukan semua jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu. aku katakan..ALLAH begitu menyayangi ku…Ia tahu apa-apa yang tersimpan atau bahkan hanya terlitas di hati…Ia lah yang menjawab semua pertanyaanku dengan caranya…Ia lah yang mengabulkan segala harapan ku…Ia lah yang menghadirkan kebahagiaan dalam hari-hari ku…dan Ia pun lah yang telah menyeka setiap tetesan air mata yang pernah hadir.

dan di saat ini…aku berharap ….Aku ingin segera lulus dari dunia ini..
dunia yang telah banyak memberiku kesempatan untuk belajar…

klo pun aku akan memasuki dunia ini lagi..mungkin tidak di kampus yang sama…terlalu banyak kenangan dan catatan yang telah tertulis di kampus ini…

ada kekecewaan yang terkadang memasak untuk menyeruak…tapi terus aku tahan dengan kebahagiaan2 yang pernah aku dapat…dan tak jarang semua itu membuatku sesak…

Dan itu mungkin karena ambisi atau idealisme ku…yang (terkadang) sulit untuk aku kendalikan. melihat yang tak seharusnya…melihat amanah-amanah yang tak mampu ku tunaikan dengan optimal…melihat orang-orang hanya mau di mengerti dan di perhatikan..tanpa pernah mencoba untuk melakukan yang sebaliknya….melihat orang-orang yang tampak tenang-tenang saja…padahal sangat tahu jelas…klo amanahnya tak mampu ia tunaikan dengan optimal….

aku tahu kita manusia bukan lah malaikat..manusia tempatnya segala salah dan kekurangan bersemayam…tapi yakinlah…mata manusia pun bisa melihat proses…mata manusia pun bisa melihat usaha…terlebih Sang Maha Melihat….Ia Maha Tahu…atas apa2 yang kamu usahakan…

kejengahan itu lah…yang membuat ingin segera lulus dari dunia ini…
dunia yang dari dalam lubuk hatiku …aku sukai…

ya inilah aku…
aku lah Mahasiswa (dengan sifat manusia yang aku miliki…)

IBU…Tolong Peluk aku…

Kubuka Album Biru
Penuh Debu dan Usang
Kupandangi Seragam Berdiri
Kecil Bersih Belum Ternoda

Pikirku Pun Melayang
Dahulu Penuh Kasih
Teringat Semua Cerita Orang
Tentang Riwayatku

Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang

Nada-nada Yang Indah
Slalu Terurai Darimu
Tangisan Nakal Bibirku
Tak Kan Jadi Deritamu

Tangan Halus dan Suci
Tlah Menangkap Tubuh Ini
Jiwa Raga dan Seluruh Hidup
Rela Dia Berikan

Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang

Oh Bunda Ada dan Tiada
Dirimu Kan Selalu Ada Di Dalam Hatiku

Pikirku Pun Melayang
Dahulu Penuh Kasih
Teringat Semua Cerita Orang
Tentang Riwayatku

Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang

Oh Bunda Ada dan Tiada
Dirimu Kan Selalu Ada Di Dalam Hatiku

—————————–download——————————

hmm….kalian tau hampir semua temanku akan teringat akan ibunya atau bahkan tak jarang mereka meneteskan air mata…dan berkata ..”kangen….ibu…..pengen peluk ibu….pengen makan masakan ibu…” dan blablabla. awalnya aku pikir mereka aja yang lebay. masa hanya dengan ngedengerin lagu gituan aja bisa sampai nangis.

tapi, sebenarnya hatiku bertanya pada diriku sendiri. Kenapa aku tidak merasakan hal yang seperti yang mereka rasakan? Kenapa aku tidak merindukan ibu ku?
kenapa aku tak ingin pulang?
kenapa airmataku tak memaksa untuk keluar ketika yang lainnya menangis?
Ada apa dengan aku?

TAPI…ternyata tanpa sadar aku merasakan ada yang menetes dan membasahi tanganku. aku bertanya, “apa ini?”. dari mana asalnya?
ternyata air ini berasal dari mataku. ya….aku menangis bukan karena mulai merasakan apa yang teman-teman ku rasakan tapi justru karena aku tak jua merasakan apa yang mereka rasakan.

kondisi yang membuatku jauh dari rumah dalam waktu yang tak sebentar ternyata tak juga mampu membuatku rindu untuk pulang. aku merasa betah dengan kondisiku yang jauh dari rumah. sangat berbanding terbalik dengan teman-temankku yang lain. tak ada yang aku rindukan di rumah itu. Rumah yang dingin. Hampa.

entahlah aku tak mengerti kenapa aku tak memiliki rumah yang sama seperti yang teman-temanku rindukan. aku ingin seperti mereka. ” Ya Rabb, pinta ku sederhana…aku hanya ingin rumah yang sama seperti yang teman-temanku miliki. Rumah yang hangat. Keluarga yang layaknya keluarga kebanyakan”.

ingin sekali rasanya aku merindukan ibu. Merindukan rumah. tapi kenapa aku tak merasakan itu???
Ibu…ma’afkan aku. Mungkin aku belum mampu menjadi seperti yang engkau mau. Ibu tahu kah engkau betapa aku merindukan kehangatanmu yang entah sejak kapan tak lagi aku rasakan. Ayah..bisakah kau sejak melupakan pekerjaanmu dan meluangkan waktu mu untuk kami. Kakak….kenapa kau enggan bermain bersamaku? hingga akhirnya aku kehilangan masa bermain ku bersama kakakku yang hanya satu-satunya. Hingga kini kita tlah dewasa dan masa kecil itu tak kan pernah kembali lagi.

Aku merindukan kalian semua. Aku rindu kehangatan itu meski bahkan aku tlah lupa bagaimana rasanya kehangatan sebuah keluarga.

Ibu…izinkan aku bermanja-manja padamu. Ibu…tidakkah kau merindukan aku…

Ibu…….hatiku berkata……ternyata aku SssaaaaaaaaNNnGGaaat meRINDUkan mu…
mungkin rasa rindu ku melebih rasa rindu teman-temanku pada ibunya…

Ibu…aku RINDU padamu…
Ibu…tolong peluk aku…

kurang lebih 6 bulan yang lalu aku memasuki dunia baru ku. Pesantren. aku memang pernah bermimpi ingin menjadi mengenal dunia ini. mimpi yang saat itu aku bayangkan suatu hari aku akan mengunjungi pesantren tempat salah satu teman kuliahku pernah belajar disana. Tapi ternyata ALLAH berkendak lain. terlalu panjang dan aku bingung menceritakan asal mula kenapa sekarang aku ada di dunia baru ini dengan status sebagai SANTRI.

kampusku memang berdekatan dengan kompleks pesantren yang lumayan terkenal. Memang tak asing jika melihat santri dengan syal nya (identitas santri) bertebaran di sekitar kawasan kampus. ketika awal masuk kuliah aku akui aku memang sering memperhatikan mereka yang mengenakan syal ungu. tapi tak pernah berpikir aku akan mengambil langkah untuk menjadi salah satu bagian dari mereka. apalagi dengan aktivitas kuliah dan organisasi yang lumayan menyita tenaga dan waktuku ,aku pikir mana mungkin aku bisa nyantri. dan sekarang di sini lah aku , di dunia baruku, dunia pesantren, sebagai salah seorang santri. ya…mungkin dengan kondisi aku tak sesibuk aku yang dulu.

Program Pesantren Mahasiswa (PPM). di sinilah aku sekarang. mengikuti segala prosedur sebagai layaknya seorang santri yang tinggal di asrama dengan kondisi 4 sampai 6 orang per kamar, jam 4 pagi kami sudah harus keluar dari gerbang asrama kalau tidak mau mengambil resiko terkunci diasrama, tidak ikut materi dan mendapat hukuman dari abi dan umi asrama. dan sudah harus berada di dalam asarama sebelum jam 10 malam (heu..klo ada kegiatan si aku tetap saja melanggar, tapi dengan bantuan teman Alhamdulillah belum pernah kena hukum :D )
menurutku tinggal disini lebih kondusif dari pada jadi anak kosan biasa di luar sana. apalagi dengan kegiatan ku yang jauh berkurang dari aktivitas yang dulu. Dengan ada di pesantren minimal aku tetap ada kegiatan rutin sebagai santri. ya…meskipun aku menjadi santri yang paling tua disini, he. karena memang santri disini kebanyakkan mahasiswa yang semester-semester awal dan karena memang program pesantren ini hanya 1 tahun saja kecuali buat mereka yang ingin melanjutkan dan sayangnya ga banyak yang seangkatan denganku yang tetap bertahan menjadi santri.

Salut dengan anak-anak muda ini. mereka yang baru lulus dari SMA masuk ke pesantren dan diwajibkan langsung berpakaian layaknya seorang santri padahal kota tempat kami belajar di juluki kota mode. ada yang memang bisa menerima dan nyaman dengan aturan itu tapi ada juga yang merasa malu apalagi ketika datang ke kampus mereka merasa bak makhluk aneh dengan gamis dan jilbab lebarnya memasuki dunia modis disekitar mereka. Tapi lambat laun mereka semua mulai terbiasa dan karena memang saling menguatkan. Semoga adik2 ku bisa tetap istiqomah meskipun tak lagi jadi santri nantinya…(amin)

ada suka dan duka. aturan-aturan yang terkadang terlalu detail dan mengekang membuat aku yang tidak suka terlalu di atur sedikit kewalahan menyapakan gerak dengan dunia ini. tapi akhirnya setelah aku pahami tak ada satupun aturan yang sia2 kecuali hanya untuk membantu kami agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

terlalu banyak hal yang ku suka dengan kehidupanku sebagai santri. makan sepiring berdua atau bertiga atau berempat atau bahkan lebih. Lapar 1 lapar semua, kenyang 1 kenyang semua. ada disekitar mahasiswa-mahasiswa muda terkadang membuat seakan melihat semangatku yang dulu. Dan efeknya terkadang aku lupa klo aku yang paling tua di antara mereka. aku ikut menikmati kehidupan mereka, semangat masa muda mereka.

ya…aku banyak belajar di sini, aku belajar agama, belajar bersosialisasi dengan orang2 dari berbagai daerah yang aku temui setiap hari, aku belajar berbagi, aku belajar tentang kebersamaan, aku belajar mengendarai sepeda lagi…ha..padahal aku dah lupa dulu kapan terakhir aku pake sepeda, dan sekarang aku bisa pake sepeda setiap hari klo aku mau…karena ada sepeda nya nurul ma suci,he.

aku tau Rabb, betapa Engkau sangat mencintai aku….terimakasih atas skenarioMU yang indah ini…Luv U…^^

photo-photo di pernikahan teh Rasi (Alumni PPM 2), hampir semua santri PPM kumpul disini baik yang masih aktif maupun yang dah pada jadi alumni….^^

santri Akhwat (putri)

Santri Ikhwan (putra)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.