Just another WordPress.com weblog

“Tong Sampah”

Kemarin di sekolah lagi ada acara camp for muslimah teens, ada seorang pembicara bilang, curhat di blog juga bisa jadi hal yang produktif asal di lakukan dengan rutin. Jadi keingetan kalo punya blog yg hampir bulukan karena jarang di tengok.

Hari ini aku mau cerita tentang “tong sampah”, yang dimaksudnya tong sampah disini adalaha orang yang bisa kita jadikan tempat berbagi atau orang yang sedang kita upayakan untuk dapat dipercaya.  Aku lupa sejak kapan mulai suka dijadikan “tong sampah”, seneng-seneng aja sih, tapi aku sendiri ternyata ga segampang itu menemukan “tong sampah”, ada yang aku coba percaya tapi ternyata hanya bisa menjaga hanya dalam hitungan jam saja. cape deeeeh… 

iya aku tau kalo hal yang kita ucapkan kepada manusia berarti kita dah harus tau resikonya karena itu akan tidak lagi menjadi rahasia, kita harus siap jika hal yang kita sampaikan itu pada akhirnya jadi konsumsi umum, paling aman sih memang di simpen sendiri, atau ga di curhatin ke ALLAH. aku tau banget teorinya.  tapi terkadang aku juga butuh untuk didengarkan. 

tapi ya itu deh resikonya. 

Dulu aku sempet hampir punya tong sampah, kita hampir klop lah klo boleh di bilang, tapi ada suatu kondisi yang pada akhirnya aku kehilangan “tong sampah” itu, dan dia bilang kalo aku harus belajar untuk tidak hanya mencari dari membuat sendiri tong sampah itu. tapi bagiku itu bukan hal yang gampang. 

Di hari lahir yang ke 24 thn aku minta hadiah diary dari beberapa orang, dan akhirnya aku mulai nulis diary kalo aku lagi kesel atau pun lagi pengen cerita tapi ngerasa ga nemuin orang yang pas. 

Ketika mamah meninggal 19 februari 2014 yang lalu aku sebenarnya sangat butuh someone like me..aku butuh tong sampah, tapi apa daya, masa-masa tersulit itu harus sekuat tenaga aku lewati sendiri.sendiri dan sendiri. 

aku bisa menangis sejadi jadinya ketika di kamar asrama tak ada orang. dari sana aku menghindari kesendirian karena takut nangis. tapi akhir-akhir ini aku merasa cepat atau lambat aku pun akan berjalan sendiri, sendiri dalam konteks yang mungkin aku sendiri tidak bisa menggambarkannya dengan jelas. 

sedang belajar menerima semuanya, ketika semua cita tak sejalan dengan kehendak Allah. aku bertanya apa yang Allah inginkan atas diri ini. Berusaha untuk tetap berprasangka baik atas semua ketetapannya. walau terkadang aku akui aku benar-benar lemah, dan tak tau harus apa,gimana dan harus kemana. Tapi aku harus tetap terlihat baik-baik saja dimata manusia. oke aku melakukannya sebisa yang aku bisa.

waaah…hujan turun.. siang ini aku berdo’a semoga Allah mengampuni dosa mamah,menjauhkannya dari siksa kubur dan neraka, dan semoga Allah bersedia mempertemukan kembali kami kelak di surga-Nya. 

 

perpustakaan tholibah, 14.23

 

Comments on: "“Tong Sampah”" (3)

  1. aku mau jadi tong sampah ucy, hehe
    apa kabar ucaayy?

  2. TOSAMO (Tong Sampah Monster) adalah Tong Sampah Karakter dari bahan Fiberglass yang siap melumat segala jenis sampah organik dan non-organik serta limbah lainnya.

  3. bener gan, teknologi berkembang sangat cepat seperti waktu… secepat kilat , Aerilyn

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: