Just another WordPress.com weblog

Akhir-akhir ini sedang terkagum-kagum dengan kalimat yang diulang 34 kali (kalo ga salah) dalam surat Ar Rahman. Mengingatkan kembali akan memori-memori perjalanan kehidupan yang telah terlalui sembari hati ini  berbisik yang perlahan menjadi semakin kencang seolah-olah meneriakkan pada jiwa yang sedang terlena “MAKA NIKMAT TUHAN KAMU YANG MANAKAH YANG KAMU DUSTAKAN?”.
Ya..nikmat Tuhan yang manakah yang pantas aku dustakan setelah semua yang telah IA berikan dan rencanakan untukku. Ciptaannya yang lebih sering lupa daripada syukur padaNYA. Padahal DIA akan tetap MAHA meski tanpa syukur dariku. Betapa angkuhnya diri ini padahal Engkau tak pernah berhenti memberikan kasihMU.
Segelintir bagian episode yang aku ingin abadikan agar aku tak lupa pernah menjalankan episode-episode ini atas skenarioMU.
Dimulai ketika Ia gerakkan hati ini berani mengambil keputusan untuk berjilbab, Senin 16 Januari 2006 itu lah hari pertama aku menghadapi dunia dengan jilbab menjuntai seadanya. Aku bersyukur karena ALLAH menakdirkan ku menjadi salah satu siswa di sekolah terbaik pada masa itu di daerah ku, lingkungan dan teman-teman yang kondusif untuk tumbuh menjadi anak baik.
LOLOS SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) pada program pendidikan ilmu komputer Universitas Pendidikan Indonesia. Setelah terjadi banyak perundingan keluarga tentang apakah aku bisa melanjutkan sekolah ataupun tidak. Episode dimana untuk pertamakalinya aku menangis karena takut membayangkan masa depanku. Dan aku pun tau orang tua ku pasti jauh lebih sedih daripada aku saat itu. Sampai pada akhirnya kedua kakakku mengambil alih atas tanggungjawab akan pendidikanku. Dan nikmat Tuhan Manakah yang akan aku dustakan? Ketika IA mengalirkan rejeki, meneguhkan pundak dan memberikan kesabaran kepada kakak-kakakku. Mereka bukan sarjana tapi mereka berhasil membuat adiknya menjadi seorang sarjana. Mereka kakak-kakak yang luar biasa yang  IA berikan untukku.
Episode selanjutnya adalah ketika awal jadi MAHASISWA…taraaaaaaa….😀 seakan dunia berwarna begitu ceria.. aku jadi mahasiswa juga… ^^
Setelah IA mengabulkan harap dan do’aku. IApun menyelamatkanku dari niat awal menjadi mahasiswa gaul yang tidak akan mendekatkan diri pada dunia “kerohisan”. Kalau saja saat itu IA mengabulkanpula keinginan anak remaja itu entah apa yang terjadi padaku saat ini. Alhamdulillah…Engkau selalu menjagaku meski tanpa ku pinta.
Banyak orang bilang.. masa yang paling indah itu masa-masa SMA, tapi bagiku masa yang paling aneh, seru, dan indah itu masa-masanya jadi MAHASISWA S1.
Perubahan karakter, mimpi-mimpi dan tujuan hidup. Banyak hal yang terjadi, banyak hal yang aku dapat. Semua masa semangat-semangatnya jadi mahasiswa aku lewati dengan berbekal sepotong ayat dari ustadz ku di SMA “ Tolonglah Agama ALLAH, maka ALLAH akan menolongmu”. Keyakinan ku pada janji itu tak pernah membuatku khawatir akan nilai kuliah ku. Sampai tibalah episode SKRIPSI.
Bersambung…
Bandung (Kamar kosan ipeh), 9 mei 2012
Jam 10 malam lewat 50 menit waktu bagian laptop ucy herawati ^^”

Comments on: "“Maka Nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” #1" (12)

  1. Salam Kenal Ya Untuk Semuanya..🙂

  2. nadiaananda said:

    Penulisannya mengingatkan ane pada kawan ane nun jauh disana..

  3. nadiaananda said:

    bagus sekali artikelnya, thx

  4. nadiaananda said:

    hehehehe… mudah-mudahan ane pertamax!! Wahh ,, kalah cepet dah.. Hihihi..

  5. siscaamellya said:

    Ane selalu belajar dari kisah orang kecil namun berhati besar,, yukk mari sebarkan ilmu seluas-luasnya..🙂

  6. tulisannya kereeennnn…..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: