Just another WordPress.com weblog

SEMANGAT itu menular….

Entah teori darimana tapi aku percaya semangat itu menular.
Semangat membuat si lemah menjadi kuat.
Semangat menyihir airmata menjadi senyuman.
Semangat merubah suramnya suasana putus asa menjadi terang akan cahaya harapan.
Semangat membuatmu bersyukur telah lahir di dunia ini.
Semangat membuat seorang anak manusia tegar menapaki jalan kehidupan meskipun tak semudah yang ia pikirkan.
Semangat bukan hanya bisa ditularkan oleh para trainer dalam training motivasi yang hanya berdurasi 2 jam saja. Karena sesungguhnya training motivasi itu harus selalu kita hadirkan dalam rentang umur yang Allah anugrahkan pada kita.

Andai mata hati kita mampu melihatnya. Trainer motivasi itu ada di sekitar kita. Meskipun ia bersembunyi dalam sosok anak kecil, tukang becak, ibu-ibu tua, penjual gorengan, guru, teman, dan bahkan ia bersembunyi dalam sosok dirimu sendiri.

Pada dasarnya menurutku setiap manusia memiliki potensi untuk saling menularkan semangat. Hanya saja tidak setiap manusia menyadarinya.

15 juli 2010, malam itu aku bertemu dengan para penular semangat. Mereka menjangkitku dengan virus semangat yang mereka tularkan meskipun mungkin tanpa mereka sadari. Ceritanya, malam itu target-target menyambut Ramadhan sedang diramu. Tak perlu banyak orang untuk memulai. Dari lingkaran kecil itu kami memulai. Tanpa ada guru, tanpa ada ustadzah, kami berikrar untuk saling menguatkan dan mengingatkan.
Tawar menawar pun terjadi. Gelak tawa menyelimuti kerutan dahi yang memikirkan..”bisa ga ya,,,tuh target terpenuhi”…tak jarang tawaran yang paling rendah memenangkan ”tender”nya untuk di sepakati. Mahasuci Allah..mungkin ketika orang-orang yang telah terlatih dan terbiasa akan dengan mudah memenuhi targetan Ramadhan yang telah kami buat .Tapi , bagi kami dari sinilah semuanya akan bermula. Awal dari sebuah pembiasaan .

Saat kertas penuh coretan itu ku lihat yang terlihat disana bukanlah targetan yang minimalis. Targetan Persiapan Ramadhan yang Luar Biasaa menurut ku… ketika semuanya berusaha untuk memulai dan istiqomah. Ketika semuanya berusaha untuk saling menjaga dan mengingatkan. Dan aku merasakan Semangat yang Dahsyat di sana. Aku yakin pengujian akan terjadi, pertanyaannya,,”mampukah kami melewati ujian tersebut?”.ya…Semuanya berproses…dan kita akan lihat hasil akhirnya

Jalan menuju-MU memang tak lah semudah merangkai kata. Istiqomah dalam meniti langkah mendekati-MU pun takkan mudah di lakukan tanpa tekad dan semangat yang Luar Biasaa..tekad dan Semangat yang tak terkikis waktu dan rasa bosan. Satu pertanyaan yang dapat digunakan ketika diri ini merasa bosan menjalankan amalan untuk mendekatkan diri kepada-NYA, maka tanyakanlah “Tidakkah Surga tampak menarik lagi bagimu? “

Sungguh ketika kita sadar dengan sesadar-sadarnya. Tujuan penciptaan diri ini tak lain untuk beribadah kepada Sang Pencipta nya. Sungguh malu..terkadang kita lebih sering lupa akan hakikat penciptaan diri. Ketika kita lebih nyaman mengikuti rasa bosan kita. Ketika rayuan kemalasan melenakan waktu. Hingga tanpa sadar waktu yang kita miliki habis terlindas kesia-sian.Ya Rabb…ampuni kami…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: