Just another WordPress.com weblog

Just..Cinta Monyet ! ^^

=====================
aku melihat nama itu kembali..

setelah berjuta detik waktu terlewati aku melihat nama itu kembali. Dan Aku tahu dia baik-baik saja, yah…dia akan selalu baik-baik saja. Aku tahu dia bahagia. Baguslah…

Cinta Monyet ? May be YES may be NO..

hmm…ya cinta monyet lah.
anak kecil dengan rambut acakan dan keringat bercucuran menambah lusuhnya diri di tambah muka cemberut gara-gara sebel ma senior-senoir yang pliss deh ga banget…dan parahnya hari itu puanas banget lagi…
“Push Up dek…!” teriak senior-seniorku.

pyuh…masa-masa itu…telah terlewatkan..dan aku bukanlagi anak kecil dengan rambut acak-acakan…heuheu..^^
================
” Berdiri..balik kanan, lap keringetnya…” hosh bener da itu kalimat yang bener-bener menolong…gimana ga…rambut yang kuncir 8 yang acak-acakan, keringet yang terus ngalir dan parahnya ga boleh gerak kecuali apa yang di perintahin..BeTe pissan lah pokoknya.
mana kaki luka lagi dan tetap aja di suruh push-up…Cape Deh..^^’

Ditengah keremunan para monster itu ada satu sosok yang setidaknya tak ku anggap monster. Dia yang pertamakali menarik perhatian ku ketika pertamakali aku memasuki “Gerbang Itu”.

Kagum..
ya jelaslah…
aku rasa itu hal yang biasa…aku yakin teman-temanku pun sama..

dan ketika teman-temanku riuh memuji-muji sosok itu, aku hanya akan diam dan bersikap seolah tak peduli padahal dalam hati aku menganggukkan setiap pujian yang terlontar dari mulut mereka, saat itu aku pikir tak perlu ada seorang pun yang tau kalau akupun mengangguminya.

Pokoknya waktu itu rame deh..apalagi ketika teman-teman ku yang lucu-lucu dan imut-imut itu berusaha agar nama mereka di ingatnya. Aku tak lakukan hal sama, aku hanya ingin biasa saja, tak peduli ia kenal atau tidak padaku , aku sama sekali tak peduli.
Melihat ia tersenyum ketika bertemu teman-temanku. dan ketika ia bertemu dengan ku. apa yang aku lakukan ? ya..aku akan berpura-pura tak melihatnya.

Aku sadar ternyata anak kecil itu begitu malu untuk memperkenalkan dirinya.

Sampai hari berganti hari, bulan berganti bulan, dan tahun pun berganti tahun. Dia pergi….dia pergi meninggalkan “gerbang itu” tanpa pernah tahu siapa aku.Siapa namaku.
Menyesal? tentu tidak..karena memang itu lah yang ku inginkan. Tak ada seorang pun dalam “gerbang itu” yang tahu aku mengaguminya, termasuk dirinya.

Dan aku pun pada akhirnya pergi melewati “gerbang itu” pada tahun yang berbeda meninggalkan semua kenangan yang telah ku ukir indah tentang teman-temanku, guru-guru ku dan tentang ia.

Aku tak pernah berharap lebih, biarkan itu kan jadi cerita untuk anak dan cucuku kelak…
aku yakin kami akan tetap bahagia dengan dunia kami masing-masing, dan aku akan tetap bahagia meski ia tak kan pernah tahu siapa aku.

Just..Cinta Monyet ! ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: