Just another WordPress.com weblog

MaLa dan Kak MiLa..

19 februari 2010, Kamis pagi yang cerah ketika desa kami sejak kemarin kedatangan tamu dari Bandung. Kakak-kakak dari Universitas Pendidikan Indonesia kata guruku dan mereka akan melaksanakan P2M. “P2M??? Apa an tuh…?ga ngerti ah…” ,gumam ku. “Hmm..yang jelas aku senang mereka datang”,ucapku dalam hati. Oh..ya..aku Mala, aku anak kelas 3 di sebuah sekolah dasar di desa tonjongsari yang bernama SD Negeri 3 Singkir. Aku tinggal bersama bapak dan satu orang kakak laki-laki, Ibu ku sedang bekerja di Malaysia. Kata bapak dua bulan lagi akan pulang. Rumahku cukup jauh dari sekolah. Aku suka sekali bermain dengan teman-temanku karena kalau di rumah sepi. Bapak pergi bertani dan kakak entah kemana.
Dan pagi ini kelasku akan kedatangan kakak-kakak mahasiswa. Aku senang sekali. Dan tepat jam 9 pagi kakak-kakak yang telah ku nanti dari kemarin itu datang juga. Sambil tersenyum mereka menyapa kami semua. Ada kak Ririn, kak tika, Kak Rinda, Kak Fitri, Kak Ono dan Kak Mila.

“Adik-Adik hari ini kita akan belajar membuat Periskop.Ada yang tau periskop itu apa?” kata kak Ririn dengan semangatnya.

“GA TAU….” kompak satu kelas kami berteriak sambil menggeleng-gelengkan kepala.

“Baiklah..nanti kita akan tahu apa itu periskop setelah kak Mila selesai menuliskannya di papan tulis” balas kak ririn.

Dan ku lihat sosok yang sedang memegang kapur tulis di tangan kanannya dan selembar kertas di tangan kirinya. Ia sibuk memindahkan tulisan yang ada di keras ke papan tulis agar kami semua bisa melihat apa yang ada di kertas yang ia pegang.Sosok itu kak Mila namanya.
Setelah kak mila selesai menulis, kak ririn menjelaskan kepada kami apa itu periskop.

“Baiklah adik-adik kita akan membuatnya bersama-sama” ,kata kak Ririn
” Ayo sekarang bentuk kelompok masing- masing tujuh orang”,lanjut kak ririn.

kami langsung ribut, gaduh saling menarik teman dan berlari-larian kesana kemari. Dan akhirnya terbentuklah enam kelompok.

“Nah, sekarang kakak akan membagi kakak pendamping untuk setiap kelompoknya” ,Kata kak Ririn sambil melirik kelima kak lain di sampingnya.

“Dengarkannya..”,lanjut kak Ririn sambil memberi isyaratkepada kami untuk diam.

”Kelompok satu dengan kak ono,kelompok dua dengan kak tika, kelompok tiga dengan kak Mila, Kelompok empat dengan Kak Rinda, Kelompok Lima dengan Kakak sendiri, dan kelompok terakhir dengan kak fitri”,kata kak Ririn sambil menunjuk setiap kelompoknya.

“Wah, kelompok ku dengan kak Mila”,ujarku dalam hati.

Setelah bahan-bahan untuk membuat periskop selesai di bagikan. Kak Mila menyapa kami semua, perkenalan yang kaku, karena kami semua pendiam dan kak Mila tampak sedikit kaku menghadapi kami semua.
Pembuatan Periskop berlangsung cukup lama dan susah.Entah berapa banyak tisu yang dihabiskan kakak-kakak ini tak terkecuali dengan kak Mila.Mereka terus saja bercucuran keringat.Maklum desa kami memang terbilang panas. Apalagi untuk mereka yang biasa tinggal di daerah dingin.
Dan akhir selesai juga..Periskop yang kak mila gambar di papan tulis sekarang ada di hadapan kami. Setelah masing-masing kelompok berfoto bersama dengan membawa hasil karya nya. Kakak-kakak itu pun pamit. Untuk kembali ke tempat mereka menginap. Mereka menginap di rumah fitri teman mainku.
Entah kenapa aku selalu ingin dekat dengan Kak Mila. Aku mengenggam tangannya sampai ia meninggalkan sekolah kami.

“Dagh….Dagh…”,teriak kami sambil melambaikan tangan.

Dan kakak-kakak itu pun melakukan hal yang sama sembari sesekali menyeka keringat yang terus bercucuran.
Sore harinya, Kakak-kakak itu kembali ke sekolah kami untuk mengadakan perlombaan-perlombaan anak. Desa kami tiba-tiba jadi meriah. Bapak-bapak dan Ibu-ibu turut ikut menyaksikan perlombaan dari pinggir lapangan. Di lapangan yang berbeda kakak-kakak yang laki-laki sedang asyik bermain sepak bola ala anak kampung. Mereka saling berebut untuk memasukan bola ke gawang. Semuanya tampak begitu senang. Tertawa lepas. Seakan tak ada beban.
Tak lama kemudian aku Melihat kak Mila dari kejauhan dengan jilbab putihnya.Lalu, ia berdiri di pinggir lapangan untuk menyemangati teman-temannya yang sedang asyik bermain bola. Aku menghampirinya tiba-tiba. Dan langsung memeluknya. “Kakak..” Sapa ku. Kak Mila tampak kaget .” Eh…Mala..”Sembari membalas pelukanku hangat. Sepanjang sore aku lewati bersama kak Mila. Entah kenapa aku enggan jauh darinya. Aku tak suka ketika kak Mila memberikan perhatiannya kepada teman-temanku yang lain. Aku takut Kak Mila lebih menyukai salah satu dari mereka dari pada aku. Tangan Kak Mila tak lepas dari genggamanku. Kak Mila memperlakukan aku layaknya adik sendiri bahkan seperti anak sendiri. Ia tak pernah mencoba melepaskan tangan ku. Ketika sesekali aku memeluknya erat,ia pun akan membalas pelukanku lebih erat bahkah mengangkat sedikit badanku yang mungil.
Ketika kak Mila hendak memoto teman-temannya yang telah usai bermain sepak bola. Kak Mila tak lantas melepaskan genggamanku. Ia membawa ku ke tengah lapangan. Dan ketika kak Mila memoto aku memegang ujung bajunya. Lantas karena ulahku itu Kak Mila di olok-olokin teman-temannya.

“Wah, Teh Mila dah punya anak…”

“Cie…anak dari mana Mil…baru juga sehari…”

“Iya nih anak..baru dapet tadi pagi”, sahut kak Mila sambil tersenyum dan memelukku.

Adzan maghrib pun berkumandang waktunya berpisah.
“Dagh..kakak…”, teriakku sambil melambaikan tangan. “ Dagh…”,balas Kak Mila sambil berbalik menuju rumah tempat ia menginap untuk siap-siap sholat maghrib.

Setelah maghrib aku pergi ke masjid tempat kakak-kakak itu biasanya sholat maghrib. Aku mengintip di jendela masjid. Ternyata kak Mila dan teman-temannya sedang “mengaji” bersama ibu-ibu yang lain. Aku menunggu kak Mila sampai selesai sholat isya. Hanya sekedar ingin menyapanya. Sering kali aku di marahin ibu-ibu teman-temanku karena sudah malam aku masih ada di luar padahal kan rumahku jauh. “Habis aku ga suka di rumah, di rumah sepi, aku pengen manja-manja an sama siapa, ibu kan masih di malaysia. Malaysia itu di sebelah mana ya???..kok ibu lama bgt ga pulang-pulang..Mila kan Kangen sama ibu”, gumamku dalam hati.
Keesokkan harinya,20 Februari 2010…
Seperti biasa aku pergi ke sekolah dan kata pak guru hari ini sekolah kita akan menjadi “Tuan Rumah” untuk perlombaan tingkat gugus Cikalong. Jadi, tidak ada pembelajaran. Dan tepat dugaanku, kakak-kakak itu hari ini pasti akan datang lagi kesekolah. Masih kakak-kakak yang sama seperti kemarin,hanya ada beberapa orang yang baru aku lihat. Aku langsung mencari sosok Kak Mila. Dan aku menemukannya sosok itu, tapi tampaknya kak Mila sedang sibuk. Aku enggan mendekat. Setelah persiapan perlombaan hampir selesai kak Mila melihatku dari dalam kelas. Aku langsung melambaikan tangan.Kak Mila mengajakku dan teman-teman masuk ke dalam kelas untuk menyaksikan perlombaan adzan. Aku membantu kak Mila memasangkan nomor peserta lomba adzan.
Setelah lomba adzan selesai Kak Mila membantu juri menghitung hasil penilaian. Jurinya Kak Ono dan Kak Udin. Lalu, aku berbisik “Kak Ono Gendut..”,sambil mendekat ke Kak Mila. “Hussst…coba klo berani bilang langsung ke orangnya…”,tantang kak Mila.
“Kak Ono Gendut..” ,celetukku.
“Apa..”,Kak Ono tampak kaget dan melirik ke arah kak Mila.
“eits..bukan aku yang ngajarin, itu naluri anak-anak No…hahahaha..”,ujar kak Mila.
Semua yang ada di ruangan pun tertawa.
Setelah selesai penghitungan, kak Mila tampak kembali sibuk bolak-balik menemui kakak-kakak yang lain. Kami sempat duduk sebentar menyaksikan perlombaan Cerdas cermat. Kak Mila mengajakku masuk dan ternyata hanya ada satu kursi penonton yang kosong. Kak Mila langsung memangku ku. Teman-teman yang melihat tampak aneh. “ hahaha…lihat aku di paku kak Mila”, gumanku dalam hati. Melihat itu, teman-teman ku langsung mendekat. Kak Mila mencoba memberikan perhatian kepada mereka, tapi aku enggan turun dari pangkuan kak Mila. Tak lama kemudian ada sesosok kakak berambut galing menyapa kak Mila.
“Wah..si Mila baru aja satu hari dah dapet anak..”, sapa kakak berambut galing tersebut.
“Eh, Abah..kapan nyampe? Iya nih dapet dari kemaren…hehehe”, sahut kak Mila sambil melirik kearah ku.
Kak Mila memanggil kakak berambut galing itu dengan sebutan abah. Mungkin karena Kak Mila lebih muda dari kakak itu.
“Abah, baru aja nyampe tadi pagi…gimana lancar?”,tanya kakak itu.
“Alhamdulillah lancar bah…”,jawab kak Mila sambil mengangkat jempolnya.
Setelah semua pemenang perlombaan di umumkan. Kakak-kakak itu pun seperti biasa kembali ketempat mereka menginap. Dan kali ini aku mengikuti kak Mila. Wah..ternyata di rumah fitri ramai sekali. Aku terus bersembunyi dibelakang kak Mila. Semua orang mengolok-olok kak Mila. Dan mengajakku berkenalan. Aku pun mulai bisa bermain dengan kakak-kakak yang lainnya. Mereka semua menyenangkan.
Tepat jam setengah dua Kak Mila bersama kakak-kakak perempuan yang lainnya bersiap pergi ke masjid untuk mengikuti pengajian ibu-ibu. Aku mengikuti Kak Mila.
“Adeuh..mamah dedeh..eh…mamah Mila..,mau kemana bu?”, olok salah satu kakak yang baru pulang dari arah masjid.
Kak Mila hanya tersenyum sambil merapatkan tubuhnya ke tubuh mungilku.
“Iya..ini.. Mamah Mila…”,Sahutku sembari memeluk kak Mila.
Setelah sampai di depan masjid aku tidak ikut kak Mila masuk. Aku milih pulang sebentar ke rumah. Nanti sore aku akan kembali lagi kesini.
Sore hari tepat sesaat ketika kak Mila selesai pengajian.Aku kembali menggagetkannya. Sore ini tidak jauh beda dari sore kemaren. Akan ada perlombaan anak,foto keluarga gratis, dan nanti malam akan ada acara nonton bareng.
Tidak seperti kemaren hari ini aku mengikuti perlombaan balap makan kerupuk dan lompa joged balon.alhasil, aku juara 1 lomba joged balon dan juaran 3 lomba makan kerupuk.
Aku mengikuti kak Mila sampai malam hari ke rumah teman ku fitri. Tadinya, aku akan makan malam dengan kak Mila. Tapi, datang ibu temanku yang kaget aku ada di rumahnya padahal sudah malam.
“Siapa itu neng?” ,tanya ibunya fitri pada Kak Mila.
“Mala bu…mau ikut nonton bareng di SD katanya”,jawab Kak Mila.
“Hah, Mala..knp ni anak masih ada disini. Pulang Mala. Duh..neng rumahnya ni anak teh jauh pisan. Sama siapa kesini,Mala?”
“Ibunya teh kerja jadi TKI di malaysia dah lama ga pulang-pulang, anak ini teh nakal, da di urusnya ma bapaknya, mana sering di tinggal lagi, kapan ibu pulang ,Mala?”, tanya ibunya fitri.
“Kata bapak dua bulan lagi..”,jawabku.
Aku pun langsung tak berselera makan. Aku memaksa kak Mila cepat-cepat ke SD padahal filmnya belum di mulai. Aku takut dimarahin ibunya fitri lagi. Aku terus menyeret Kak Mila supaya pergi menemaniku ke SD. Kak Mila pun tampak bingung. Karena persiapan untuk acara nonton bareng pun belum di siapkan. SD masih tampak gelap.
“Iya ..tunggu sebentar..kita tunggu kakak-kakak yang lain ya..”, kata Kak Mila sambil menahanku yang terus menariknya.
Beberapa menit kemudian setelah persiapan nonton bareng telah siap. Flim yang berjudul “Garuda Di DadaKu “ di putarkan. Dan aku hanya bertahan beberapa menit setelah akhirnya tertidur.Sampai akhirnya seorang ibu yang ternyata tetanggu menjemputku pulang. Dan ternyata Itu malam terakhir aku melihat kak Mila.
Keesokan harinya kakak Mila tak datang lagi ke sekolahku. Aku pikir mungkin nanti sore kak Mila akan datang kembali. Ternyata sore itu lapangan sepak bola di depan SD ku sepi. Tak ada satu orangpun kakak yang terlihat. Termasuk Kak Mila. Dan Akhirnya aku tahu, kak Mila dan teman-temannya telah pergi meninggalkan desa kami tadi siang.
“Dagh..kak Mila..”
“Dagh..Mamah Mila..”
“Dagh..kakak-kakak…”
Aku bahagia meski pun hanya dua hari…terima kasih semuanya

Selesai…
Bandung,25 Februari 2010
Pukul : 21.22 WIB

Intermezo:
Cerita ini kisah nyata yang sedikit di lebay kan. Oleh-oleh pertualangan P2M KEMAKOM 2010. Sebagian besar teman-teman P2M pasti mengenal anak ini. Mala. Aku belajar psikologi anak dari seorang anak bernama Mala. Dia anak yang ceria tapi kesepian. Awalnya aku bingung kenapa anak ini begitu ingin selalu dekat dengan ku. Bahkan dia akan tampak cemburu ketika aku hendak memberikan perhatian kepada teman-temannya. Ketika foto-foto pun dia tidak rela kalau tanganku memeluk anak lain. Aku sempat risih, kenapa sih nih anak? Kadang dia manja, terus tiba-tiba cemberut apalagi kalau ga sengaja ter-cuek-in.Kadang bisa manis kesemua orang, kadang juga galak alias jutek. Dan Malam itu setelah ibu abad,ibu tempat dimana kami menginap secara tidak sengaja menceritakan tentang keluarga Mala. Dan aku pun mencoba bertanya langsung ke Mala. Akhirnya aku tahu ,ibunya sudah lama di malaysia, bapaknya sibuk kerja, dan dia hanya punya seorang kakak laki-laki. Saat itu, juga aku sadar penyebab akan sikap dan sifatnya selama ini. Untuk anak seusia Mala memang sedang haus kasih sayang dan perhatian. Aku bersyukur bisa jadi salah satu tempatnya mencari perhatian dan kasih sayang. Meskipun hanya 2 hari.
Sebenarnya hari terakhir sebelum kami pulang. Aku menanti anak itu datang ke rumah tempat kami menginap, tapi, dia tak kunjung datang. Yah..seperti itulah Allah menuliskan skenario singkat perjalanan hidupku bersama seorang anak bernama Mala. Hingga tiba saat aku dan teman-teman harus meninggalkan tempat itu, desa itu dan Mala.
“Mala adikku sayang..perjalanan hidup mu masih terlampau panjang..semoga kau bahagia..kakak yakin akan ada banyak orang yang ALLAH kirimkan untuk mencurahkan kasih sayangnya kepadamu..jadilah anak sholeha yang pintar,ceria dan mandiri..dan jangan pernah takut untuk bermimpi…semoga suatu saat nanti kita akan bertemu kembali..Salam sayang Kak Mila”

Penulis Ucy Herawati alias Kak Mila

Comments on: "MaLa dan Kak MiLa.." (5)

  1. hy,
    q kerabat mala,rumahq tepat pinggir mesjid sbelah kiri,q bca cerita d atas,mala adalah tman skelas ponakanq. . . . i love the story. . . .lam knal dr Q. . . .

  2. hai ucy, salam kenal dari kak mila ^^ (ini asli kak mila lho..) seneng ya bisa kenal kak mila dalam cerita kamu, jadi pengen ketemu mala..kebetulan aku kuliah di psikologi. Sooooo excited.. mungkin kalau nanti ke bandung bisa kopdaran.. salam kenal n_n

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: