Just another WordPress.com weblog

Archive for the ‘aliran kata dari hati…’ Category

IBU…Tolong Peluk aku…

Kubuka Album Biru
Penuh Debu dan Usang
Kupandangi Seragam Berdiri
Kecil Bersih Belum Ternoda

Pikirku Pun Melayang
Dahulu Penuh Kasih
Teringat Semua Cerita Orang
Tentang Riwayatku

Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang

Nada-nada Yang Indah
Slalu Terurai Darimu
Tangisan Nakal Bibirku
Tak Kan Jadi Deritamu

Tangan Halus dan Suci
Tlah Menangkap Tubuh Ini
Jiwa Raga dan Seluruh Hidup
Rela Dia Berikan

Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang

Oh Bunda Ada dan Tiada
Dirimu Kan Selalu Ada Di Dalam Hatiku

Pikirku Pun Melayang
Dahulu Penuh Kasih
Teringat Semua Cerita Orang
Tentang Riwayatku

Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang

Oh Bunda Ada dan Tiada
Dirimu Kan Selalu Ada Di Dalam Hatiku

—————————–download——————————

hmm….kalian tau hampir semua temanku akan teringat akan ibunya atau bahkan tak jarang mereka meneteskan air mata…dan berkata ..”kangen….ibu…..pengen peluk ibu….pengen makan masakan ibu…” dan blablabla. awalnya aku pikir mereka aja yang lebay. masa hanya dengan ngedengerin lagu gituan aja bisa sampai nangis.

tapi, sebenarnya hatiku bertanya pada diriku sendiri. Kenapa aku tidak merasakan hal yang seperti yang mereka rasakan? Kenapa aku tidak merindukan ibu ku?
kenapa aku tak ingin pulang?
kenapa airmataku tak memaksa untuk keluar ketika yang lainnya menangis?
Ada apa dengan aku?

TAPI…ternyata tanpa sadar aku merasakan ada yang menetes dan membasahi tanganku. aku bertanya, “apa ini?”. dari mana asalnya?
ternyata air ini berasal dari mataku. ya….aku menangis bukan karena mulai merasakan apa yang teman-teman ku rasakan tapi justru karena aku tak jua merasakan apa yang mereka rasakan.

kondisi yang membuatku jauh dari rumah dalam waktu yang tak sebentar ternyata tak juga mampu membuatku rindu untuk pulang. aku merasa betah dengan kondisiku yang jauh dari rumah. sangat berbanding terbalik dengan teman-temankku yang lain. tak ada yang aku rindukan di rumah itu. Rumah yang dingin. Hampa.

entahlah aku tak mengerti kenapa aku tak memiliki rumah yang sama seperti yang teman-temanku rindukan. aku ingin seperti mereka. ” Ya Rabb, pinta ku sederhana…aku hanya ingin rumah yang sama seperti yang teman-temanku miliki. Rumah yang hangat. Keluarga yang layaknya keluarga kebanyakan”.

ingin sekali rasanya aku merindukan ibu. Merindukan rumah. tapi kenapa aku tak merasakan itu???
Ibu…ma’afkan aku. Mungkin aku belum mampu menjadi seperti yang engkau mau. Ibu tahu kah engkau betapa aku merindukan kehangatanmu yang entah sejak kapan tak lagi aku rasakan. Ayah..bisakah kau sejak melupakan pekerjaanmu dan meluangkan waktu mu untuk kami. Kakak….kenapa kau enggan bermain bersamaku? hingga akhirnya aku kehilangan masa bermain ku bersama kakakku yang hanya satu-satunya. Hingga kini kita tlah dewasa dan masa kecil itu tak kan pernah kembali lagi.

Aku merindukan kalian semua. Aku rindu kehangatan itu meski bahkan aku tlah lupa bagaimana rasanya kehangatan sebuah keluarga.

Ibu…izinkan aku bermanja-manja padamu. Ibu…tidakkah kau merindukan aku…

Ibu…….hatiku berkata……ternyata aku SssaaaaaaaaNNnGGaaat meRINDUkan mu…
mungkin rasa rindu ku melebih rasa rindu teman-temanku pada ibunya…

Ibu…aku RINDU padamu…
Ibu…tolong peluk aku…

Memang Tak Sempurna…

aku tak pernah mengaku aku sempurna..
dan tak ada pula yang pernah mengatakan aku sempurna..

aku tampak baik di mata makhlukNYA karena ALLAH mengasihi dan menutupi aib-aibku..
entahlah..mungkin aku tak cukup sabar menghadapimu..terkadang aku kesal dan meluapkannya tanpa memikirkan perasaan mu dan tanpa terlebih dahulu mengoreksi diriku sendiri..

cukup dulu aku selalu katakan ma’af…tapi ternyata kau belum juga berubah..aku akan tetap seperti ini..mungkin tidak akan pernah menjadi apa yang kau inginkan…aku pun ingin kau pun belajar menerima diriku apa adanya…tanpa harus ada topeng kepura-puraan.

aku berharap kita bisa sama-sama belajar untuk mengerti dan memahami karakter orang lain sebelum kita meminta untuk dimengerti dan dipahami..

aku mungkin bukan kakak yang baik dimatamu…tapi aku terima itu karena memang aku tak sempurna. tak ada yang perlu di paksakan . aku rasa kita hanya butuh waktu untuk terbiasa dengan karakter masing-masing. aku tak memaksamu untuk menerima karakter ku yang blak-blak an dan tidak suka dengan sikap yang childish…walaupun aku sendiripun terkadang masih childish..

aku hanya mampu menyampaikan apa yang aku rasa lewat tulisan. karena aku tak mampu mengungkapnya langsung pada mu…karena hal itu pernah ku coba..dan aku anggap gagal karena tetap saja meninggalkan “misscom” dan menghasilkan buliran airmata yang sekuat tenaga aku bendung tapi ternyata tetap saja pada akhirnya tak mampu aku bendung.

kau bilang kau cemburu..entahlah awalnya aku merasa bersalah…tapi lama kelamaan aku seolah mengeyampingkan rasa cemburu mu….aku jahat bagi mu…
ya mungkin aku memang jahat…aku tak mau berusaha tampak baik di depanmu…karena sekali lagi aku katakan aku tak suka kepura-puraan.

ma’af untuk setiap tetes air mata yang telah terjatuh atas ulahku…dan aku pun mulai lelah dengan ulahmu..
ma’af karena mungkin aku tak kan mampu menjadi kakak seperti yang kau inginkan….jika kau terus menuntutku…berubah jadi seperti yang kau mau. ma’af.

SEJENAK…

ya…kadang kita hanya butuh sejenak…
sejenak untuk merenung..
sejenak untuk berpikir lebih dalam..
sejenak untuk merencanakan..
sejenak untuk mendengarkan..
sejenak untuk didengarkan…

sayang tak banyak orang yang sadar betapa pentingnya “sejenak”..hingga ia merasa hidup ini terlalu sulit untuk dijalani…amanah terlalu berat untuk dipikul…sekitar serasa tak bersahabat…andai mereka sadar..mereka hanya butuh sejenak untuk mengadukannya pada Sang Pemilik Hidup..Ia-lah muara dari segala yang ada di langit dan bumi..tak semestinya meragukan keberadaan dan pertolonganNYA..

bodohnya dulu…diri lupa kalaulah aku memiliki-NYA dan Dia pemilik aku..
aku tumpahkan segala keluh dan kesahku pada makhluk-makhlukNYA…sebelum aku berkeluh kesah bersimpuh padaNYA..
lega..memang…tapi pada akhirnya malu lah aku…pada makhluk-makhlukNYA atas airmata yang jatuh atas mudahnya kata-kata keluh kesah yang mengalir..dan lebih malu lah aku padaNYA. itu semua karena aku lupa kalau aku butuh sejenak bersamaNYA.

aku akui memang tak mudah untuk kembali menata dan menguatkan hati…tapi sesulit apapun harus tetap aku lakukan. Karena hidup ini hanya mampu di lewati orang-orang “kuat”. perlahan semua yang terjadi membuatku benar-benar sadar betapa pentingnya sejenak..dengan sejenak aku belajar mendewasakan pikiran, mendewasakan perilaku dan mendewasakan hati.

dari sejenak aku berusaha menerima setiap takdir yang terjadi dalam hidupku. Kalaupun memang ALLAH berkehendak dengan jalan inilah aku mampu mendekatkan diri padaNYA aku terima. Toh….tak perlu berjalan di jalan yang sama untuk sampai pada SATU TUJUAN yang sama.

pada akhirnya sejenak aku kembali merencanakan langkah ku dan menguatkan kaki ku. karena aku mulai menyadari aku tak dapat bergantung pada siapa pun kecuali padaNYA. cepat atau pun lambat semuanya akan berjalan di jalannya masing-masing. dan aku harus mulai melatih kaki ku untuk mampu berdiri tegak dan melangkah tegap tanpa tongkat penyangga di sampingku..
begitupun dengan kalian…kalian pun harus tetap melangkah meskipun tak selamanya jalan yang kalian lalui mudah untuk dilalui.

Semoga Allah mencurahkan rahmatNYA pada kita semua…
tetaplah istiqomah…selama kalian yakin atas jalan yang kalian tempuh..InsyaALLAH kita akan kuat melangkah dengan kaki kita masing-masing. jika pun kelak raga ini terpisah jarak dan waktu. jika pun kelak kau terjatuh maka bangkitlah segera..ingatlah ada kaki-kaki lain yang juga tengah tertatih melangkah di tempat lain.

“ya ALLAH,sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada MU,bertemu untuk taat kepadaMU, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)MU, dan berjanji setia untuk membela syariatMU,maka kuatkanlah ikatan pertaliannya,ya Allah abadikanlah kasih sayangnya,tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahayaMU yang tidak pernah redup,lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada MU, hidupkanlah dengan ma’rifahMU. sesungguhnya Engkau sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong.” amin.

asrama darunnajah,30 Desember 2010 pkl.23.10 WIB

SANGKURIANG

Bolehkah aku bertanya puisi singkat seperti apa yang kalian harapkan?
Hmm….Puisi?
Tentang kita?
Maaf si aku belum mahir menulis puisi euy….
Sebagai gantinya nih tulisan aneh dari dan untuk SANGKURIANG family.
Awal pengumpulan orang-orang aneh yang aneh.
Oh ya..perkenalkan nama saya Ucy Herawati, program studi pendidikan ilmu komputer, NIM 0706643…hahaha..(garareje.com)
Okeh deh…serius nih..^^V
Jujur ya…entah kalian ngerasa atau ngga kita terkumpul karena adanya proses pemaksaan dan terpaksa. Proposal DIKTI yang bernilai 40 juta itu yang membuatkan kita terpaksa menjerumuskan diri dalam kumpulan orang-orang aneh ini.
Tapi, mungkin aku …harus berterimakasih tuh sama orang-orang DIKTI karena mereka aku menemukan kalian dalam satu fase hidup ku . Dan aku harus bersyukur Rabb-ku…Ya Allah…puji syukur alhamdulillah Kau perkenankan kami untuk saling mengenal, tuk saling membantu, tuk saling berbagi…kau ikatkan kami dalam ikatan kekeluargaan..terimakasih ya Rabb..
Awalnya tak seindah yang kita rasakan sekarang. Ada rasa kecewa, ada rasa lelah, ada rasa jengkel, ada rasa takut, ada rasa risih, ada rasa enggan mewarnai proses itu…dan kita telah berhasil melewatinya…kalian sadar itu…kita berhasil..hingga kita bisa rasakan indahnya kebersamaan ini meskipun raga tak selalu bertemu. Tapi ada rasa kebahagiaan tersendiri ketika kita kembali berkumpul..tak ada perasaan lain selain suka cita hingga terkadang raga enggan untuk terpaksa terpisahkan oleh waktu dan keadaan.
Perlahan aku mengenal kalian satu persatu, begitu banyak hikmah yang aku dapat. Mencoba memahami karakter kalian satu per satu memang bukan pekerjaan yang mudah tapi sampai saat ini masih terus aku lakukan. Kalian tahu ketika aku satu per satu mengetahui harapan – harapan kalian ada rasa yang aneh di dalam hati. Ketika mulut berucap Ya..Allah kabulkan segala harap saudara-saudara ku…dan (amin…amin… )terdengar lirih ditelingaku..entah apa…tapi ada rasa bahagia ketika membayangkan satu per satu harapan kalian menjadi nyata…tapi ada rasa sedih pula disana saat aku mencoba menyadarkan diri ini bahwa kebersamaan kita tak kan abadi. Ketika kita ditakdirkan bertemu maka bersamaan dengan pertemuan itu pula perpisahkan kita telah di tetapkan..
Dimanapun kelak Allah kan menempatkan kita..meski raga terpisah jarak…jangan pernah lupakan kalau pada fase hidup kita di kampus ini kita pernah saling mengenal dan berbagi.
Ya…Rabb,,,lindungilah mereka dimanapun kelak mereka kan melanjutkan fase hidup yang selanjutnya…Ya..Rabb..kabulkanlah harapan kami tuk bisa saling mengunjungi ke daerah asal masing-masing. Ya Rabb…jaga lah rasa sayang ini untuk tetap bersemayam dalam hati-hati kecil kami..Suatu saat kumpulkanlah kembali kami dalam fase hidup yang berbeda dalam kondisi yang lebih baik dari hari ini…amin…

dipersembahkan untuk Sangkuriang family..
[nabil, kang giri, imon, deni , gina ,Uni ichie , ria, tika , abah, kang wisnu, jang linar, kang panji dan yang paling spesial untuk mobil-mobil impian kami..hehe]

Asrama Ulul Azmi , 22 Oktober 2010
Pkl.09.44

Selamat Hari Lahir Uni…

Hari ini tepat 22 tahun kontrakmu di dunia ini telah terlewati.
Entahlah…rasa seperti apa yang harusnya hadir???.Mungkin saja, bahagia atas segala nikmat yang telah Allah berikan padamu atau bahkan sedih atas gunungan dosa yang telah terbentuk selama ini.
================
Seorang anak manusia telah terlahir dari rahim sesosok wanita luar biasa di tanah minang nun jauh di seberang sana.
Kini ia tumbuh menjadi sosok yang lembut penuh kasih namun kuat.
Ia begitu menyayangi keluarganya meski rindu harus terus di pendam demi raih cita di tanah rantau.
Banyak yang telah terjadi..tawa dan tangis itu kan jadi saksi atas pertemuan kita di kota ini.
Tak ada seorang pun yang tahu takdir seperti apa yang menanti kita di depan sana.
Perpisahan pasti akan terjadi..cepat ataupun lambat..ingin ataupun tak ingin.
Harapku,,kau bahagia dimanapun takdir menetapkan mu.
Seberat apa pun perjalananmu..jangan pernah lagi berpikir untuk menyerah..karena percayalah kau KUAT.
Merindukanmu..kelak..itu pasti…
Ketika jarak memisahkan kita…aku akan merindukan.
Ketika waktu mulai perlahan namun pasti merentangkan sayapnya..aku akan merindukanmu.
Ketika sudah ada malaikat kecil yang memanggil kita “ummi”…aku akan merindukanmu.
Bahkan ketika rambut ini memutih, tubuh merapuh … aku akan merindukanmu
Hanya Allah yang Maha kuasa…yang menanamkan rasa rindu pada hati ini. Menanamkan ingatan dalam lempengan kenangan. Menggerakkan bibir untuk saling mendo’akan.
=====================
Selamat hari lahir uni…
Terima kasih telah hadir dalam kehidupan ucy.
Terima kasih atas segala kasih sayang yang telah uni berikan.
Uni adalah satu kebahagiaan yang Allah Anugrahkan dalam episode perjalanan hidup ucy.
Semoga uni di berikan kesabaran menanti ketetapan Allah akan pembukaan gerbang “universitas kehidupan” yang sesungguhnya untuk uni .
Tercapai segala cita dan harap. Tergerakkan langkah kakinya untuk selalu mendekat pada Rabb-nya. Menebar manfa’at dan kasih sayang dimanapun kau singgah. Dan semoga Perlindung-NYA menangungi mu selalu..amin
Eits…Mesir Menanti kedatanganmu…^^
Sekali lagi selamat HARI LAHIR UNI….

Bandung,28 Juli 2010
Jam 9 pagi lewat 4 menit….
Dari yang kan merindukanmu..”cepat atau lambat”..

SEMANGAT itu menular….

Entah teori darimana tapi aku percaya semangat itu menular.
Semangat membuat si lemah menjadi kuat.
Semangat menyihir airmata menjadi senyuman.
Semangat merubah suramnya suasana putus asa menjadi terang akan cahaya harapan.
Semangat membuatmu bersyukur telah lahir di dunia ini.
Semangat membuat seorang anak manusia tegar menapaki jalan kehidupan meskipun tak semudah yang ia pikirkan.
Semangat bukan hanya bisa ditularkan oleh para trainer dalam training motivasi yang hanya berdurasi 2 jam saja. Karena sesungguhnya training motivasi itu harus selalu kita hadirkan dalam rentang umur yang Allah anugrahkan pada kita.

Andai mata hati kita mampu melihatnya. Trainer motivasi itu ada di sekitar kita. Meskipun ia bersembunyi dalam sosok anak kecil, tukang becak, ibu-ibu tua, penjual gorengan, guru, teman, dan bahkan ia bersembunyi dalam sosok dirimu sendiri.

Pada dasarnya menurutku setiap manusia memiliki potensi untuk saling menularkan semangat. Hanya saja tidak setiap manusia menyadarinya.

15 juli 2010, malam itu aku bertemu dengan para penular semangat. Mereka menjangkitku dengan virus semangat yang mereka tularkan meskipun mungkin tanpa mereka sadari. Ceritanya, malam itu target-target menyambut Ramadhan sedang diramu. Tak perlu banyak orang untuk memulai. Dari lingkaran kecil itu kami memulai. Tanpa ada guru, tanpa ada ustadzah, kami berikrar untuk saling menguatkan dan mengingatkan.
Tawar menawar pun terjadi. Gelak tawa menyelimuti kerutan dahi yang memikirkan..”bisa ga ya,,,tuh target terpenuhi”…tak jarang tawaran yang paling rendah memenangkan ”tender”nya untuk di sepakati. Mahasuci Allah..mungkin ketika orang-orang yang telah terlatih dan terbiasa akan dengan mudah memenuhi targetan Ramadhan yang telah kami buat .Tapi , bagi kami dari sinilah semuanya akan bermula. Awal dari sebuah pembiasaan .

Saat kertas penuh coretan itu ku lihat yang terlihat disana bukanlah targetan yang minimalis. Targetan Persiapan Ramadhan yang Luar Biasaa menurut ku… ketika semuanya berusaha untuk memulai dan istiqomah. Ketika semuanya berusaha untuk saling menjaga dan mengingatkan. Dan aku merasakan Semangat yang Dahsyat di sana. Aku yakin pengujian akan terjadi, pertanyaannya,,”mampukah kami melewati ujian tersebut?”.ya…Semuanya berproses…dan kita akan lihat hasil akhirnya

Jalan menuju-MU memang tak lah semudah merangkai kata. Istiqomah dalam meniti langkah mendekati-MU pun takkan mudah di lakukan tanpa tekad dan semangat yang Luar Biasaa..tekad dan Semangat yang tak terkikis waktu dan rasa bosan. Satu pertanyaan yang dapat digunakan ketika diri ini merasa bosan menjalankan amalan untuk mendekatkan diri kepada-NYA, maka tanyakanlah “Tidakkah Surga tampak menarik lagi bagimu? “

Sungguh ketika kita sadar dengan sesadar-sadarnya. Tujuan penciptaan diri ini tak lain untuk beribadah kepada Sang Pencipta nya. Sungguh malu..terkadang kita lebih sering lupa akan hakikat penciptaan diri. Ketika kita lebih nyaman mengikuti rasa bosan kita. Ketika rayuan kemalasan melenakan waktu. Hingga tanpa sadar waktu yang kita miliki habis terlindas kesia-sian.Ya Rabb…ampuni kami…

Air Mata-mu Kan jadi Saksi

Pemimpin…
Memimpin..
Dipimpin..

Kurasa itu fitrah manusia
Dan memang takkan semudah kata-kata mutiara yang teruntai
Ya….menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah.
Ketika kau tak lagi hanya memikirkan dirimu sendiri.
Ketika kau harus mengalahkan ego-mu untuk tak peduli.
Ketika pundak mu harus memikul sesuatu yang lebih berat dari yang lain Tapi sungguh…masih banyak orang lain yang bebannya lebih berat darimu.

Aku tahu kau TANGGUH…
Aku tahu kau KUAT…
Dan Aku yakin kau MAMPU..
Airmata itu bukan bukti kalau kau lemah..itu hanya sebuah PROSES..
Kau akui ataupun tidak..aku melihatnya..
Aku melihat mata itu mulai memerah dan berkaca..
Tatapan sok tegar sambil menahan sesuatu di mata itu…sungguh tak masuk akal jika kau pikir aku tak tahu..
Mungkin kau malu..aku rasa wajar..
Tapi setahu ku tak ada larangan seorang pemimpin menangis…

Suatu saat kau akan sangat menghargai proses itu…
Jujur aku bahagia melihat airmata yang terus kau coba tahan meskipun pada akhirnya bendunganmu tak mampu menahan seutuhnya…
karena setidaknya aku melihat sosok yang sedang berusaha untuk mengerti..
Sosok yang sedang berusaha untuk belajar..
Sosok yang sedang mencoba memahami..
Ingin rasanya aku beritahu mereka semua…
“Hei..semua, lihatlah..pemimpin kalian menangis..dan mungkin atau pasti ada kalian dalam tetes airmatanya..lihatlah dia adikku yang gagah menahan tangisnya di depanku..”
Dan kau tahu mungkin ketika itu tanpa kau sadari akulah yang harus menyembunyikan airmataku dalam canda..menahannya lewat kata..aku tak tahu apakah semua kata itu berguna untukmu..
Karena aku pun sedang belajar..
Belajar untuk bijaksana..
Belajar untuk menenangkan..
Belajar untuk berpikir dewasa..
Dan Belajar ..bagaimana menjadi seorang kakak..

yang coba ku yakinkan kau bukanlah yang terKORBAN tapi yang TERPILIH..
Aku akan menantimu..
Ketika kau buktikan padaku…
Ketika kau buktikan pada semua…
Kalau kau mampu….
Mampu sebagai seorang pemimpin…
Tak peduli rintang yang kan menghadangmu di depan sana..yang ingin ku tahu kau mampu melewatinya..

Meniru…aku rasa boleh saja..
Tapi tak perlu TAKUT untuk ber-BEDA..
Karena memang kau tak sama..
Kau adalah kau
Aku adalah aku
Mereka adalah mereka

Pujian dan sanjungan memang kan terasa menyejukkan…di kala semua orang mengakui-mu..silahkan saja nikmati..toh..semua itu takkan abadi..
Dikala kau tak di hargai, di kala kau lelah,kecewa,kesal,sedih bahkan marah maka ingatlah kembali apa TUJUANmu..dan anggap semua itu proses pembelajaran mu di universitas kehidupan ini…

Hei sang pembelajar…ku katakan pada mu..
Saat ini mungkin kami masih ada di dekatmu…dan ku harap kelak kau lah yang menggantikan peran ini..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.