Just another WordPress.com weblog

Archive for the ‘aliran kata dari hati…’ Category

IBU…Tolong Peluk aku…

Kubuka Album Biru
Penuh Debu dan Usang
Kupandangi Seragam Berdiri
Kecil Bersih Belum Ternoda

Pikirku Pun Melayang
Dahulu Penuh Kasih
Teringat Semua Cerita Orang
Tentang Riwayatku

Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang

Nada-nada Yang Indah
Slalu Terurai Darimu
Tangisan Nakal Bibirku
Tak Kan Jadi Deritamu

Tangan Halus dan Suci
Tlah Menangkap Tubuh Ini
Jiwa Raga dan Seluruh Hidup
Rela Dia Berikan

Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang

Oh Bunda Ada dan Tiada
Dirimu Kan Selalu Ada Di Dalam Hatiku

Pikirku Pun Melayang
Dahulu Penuh Kasih
Teringat Semua Cerita Orang
Tentang Riwayatku

Kata Mereka Diriku Slalu Dimanja
Kata Mereka Diriku Slalu Ditimang

Oh Bunda Ada dan Tiada
Dirimu Kan Selalu Ada Di Dalam Hatiku

—————————–download——————————

hmm….kalian tau hampir semua temanku akan teringat akan ibunya atau bahkan tak jarang mereka meneteskan air mata…dan berkata ..”kangen….ibu…..pengen peluk ibu….pengen makan masakan ibu…” dan blablabla. awalnya aku pikir mereka aja yang lebay. masa hanya dengan ngedengerin lagu gituan aja bisa sampai nangis.

tapi, sebenarnya hatiku bertanya pada diriku sendiri. Kenapa aku tidak merasakan hal yang seperti yang mereka rasakan? Kenapa aku tidak merindukan ibu ku?
kenapa aku tak ingin pulang?
kenapa airmataku tak memaksa untuk keluar ketika yang lainnya menangis?
Ada apa dengan aku?

TAPI…ternyata tanpa sadar aku merasakan ada yang menetes dan membasahi tanganku. aku bertanya, “apa ini?”. dari mana asalnya?
ternyata air ini berasal dari mataku. ya….aku menangis bukan karena mulai merasakan apa yang teman-teman ku rasakan tapi justru karena aku tak jua merasakan apa yang mereka rasakan.

kondisi yang membuatku jauh dari rumah dalam waktu yang tak sebentar ternyata tak juga mampu membuatku rindu untuk pulang. aku merasa betah dengan kondisiku yang jauh dari rumah. sangat berbanding terbalik dengan teman-temankku yang lain. tak ada yang aku rindukan di rumah itu. Rumah yang dingin. Hampa.

entahlah aku tak mengerti kenapa aku tak memiliki rumah yang sama seperti yang teman-temanku rindukan. aku ingin seperti mereka. ” Ya Rabb, pinta ku sederhana…aku hanya ingin rumah yang sama seperti yang teman-temanku miliki. Rumah yang hangat. Keluarga yang layaknya keluarga kebanyakan”.

ingin sekali rasanya aku merindukan ibu. Merindukan rumah. tapi kenapa aku tak merasakan itu???
Ibu…ma’afkan aku. Mungkin aku belum mampu menjadi seperti yang engkau mau. Ibu tahu kah engkau betapa aku merindukan kehangatanmu yang entah sejak kapan tak lagi aku rasakan. Ayah..bisakah kau sejak melupakan pekerjaanmu dan meluangkan waktu mu untuk kami. Kakak….kenapa kau enggan bermain bersamaku? hingga akhirnya aku kehilangan masa bermain ku bersama kakakku yang hanya satu-satunya. Hingga kini kita tlah dewasa dan masa kecil itu tak kan pernah kembali lagi.

Aku merindukan kalian semua. Aku rindu kehangatan itu meski bahkan aku tlah lupa bagaimana rasanya kehangatan sebuah keluarga.

Ibu…izinkan aku bermanja-manja padamu. Ibu…tidakkah kau merindukan aku…

Ibu…….hatiku berkata……ternyata aku SssaaaaaaaaNNnGGaaat meRINDUkan mu…
mungkin rasa rindu ku melebih rasa rindu teman-temanku pada ibunya…

Ibu…aku RINDU padamu…
Ibu…tolong peluk aku…

Memang Tak Sempurna…

aku tak pernah mengaku aku sempurna..
dan tak ada pula yang pernah mengatakan aku sempurna..

aku tampak baik di mata makhlukNYA karena ALLAH mengasihi dan menutupi aib-aibku..
entahlah..mungkin aku tak cukup sabar menghadapimu..terkadang aku kesal dan meluapkannya tanpa memikirkan perasaan mu dan tanpa terlebih dahulu mengoreksi diriku sendiri..

cukup dulu aku selalu katakan ma’af…tapi ternyata kau belum juga berubah..aku akan tetap seperti ini..mungkin tidak akan pernah menjadi apa yang kau inginkan…aku pun ingin kau pun belajar menerima diriku apa adanya…tanpa harus ada topeng kepura-puraan.

aku berharap kita bisa sama-sama belajar untuk mengerti dan memahami karakter orang lain sebelum kita meminta untuk dimengerti dan dipahami..

aku mungkin bukan kakak yang baik dimatamu…tapi aku terima itu karena memang aku tak sempurna. tak ada yang perlu di paksakan . aku rasa kita hanya butuh waktu untuk terbiasa dengan karakter masing-masing. aku tak memaksamu untuk menerima karakter ku yang blak-blak an dan tidak suka dengan sikap yang childish…walaupun aku sendiripun terkadang masih childish..

aku hanya mampu menyampaikan apa yang aku rasa lewat tulisan. karena aku tak mampu mengungkapnya langsung pada mu…karena hal itu pernah ku coba..dan aku anggap gagal karena tetap saja meninggalkan “misscom” dan menghasilkan buliran airmata yang sekuat tenaga aku bendung tapi ternyata tetap saja pada akhirnya tak mampu aku bendung.

kau bilang kau cemburu..entahlah awalnya aku merasa bersalah…tapi lama kelamaan aku seolah mengeyampingkan rasa cemburu mu….aku jahat bagi mu…
ya mungkin aku memang jahat…aku tak mau berusaha tampak baik di depanmu…karena sekali lagi aku katakan aku tak suka kepura-puraan.

ma’af untuk setiap tetes air mata yang telah terjatuh atas ulahku…dan aku pun mulai lelah dengan ulahmu..
ma’af karena mungkin aku tak kan mampu menjadi kakak seperti yang kau inginkan….jika kau terus menuntutku…berubah jadi seperti yang kau mau. ma’af.

SEJENAK…

ya…kadang kita hanya butuh sejenak…
sejenak untuk merenung..
sejenak untuk berpikir lebih dalam..
sejenak untuk merencanakan..
sejenak untuk mendengarkan..
sejenak untuk didengarkan…

sayang tak banyak orang yang sadar betapa pentingnya “sejenak”..hingga ia merasa hidup ini terlalu sulit untuk dijalani…amanah terlalu berat untuk dipikul…sekitar serasa tak bersahabat…andai mereka sadar..mereka hanya butuh sejenak untuk mengadukannya pada Sang Pemilik Hidup..Ia-lah muara dari segala yang ada di langit dan bumi..tak semestinya meragukan keberadaan dan pertolonganNYA..

bodohnya dulu…diri lupa kalaulah aku memiliki-NYA dan Dia pemilik aku..
aku tumpahkan segala keluh dan kesahku pada makhluk-makhlukNYA…sebelum aku berkeluh kesah bersimpuh padaNYA..
lega..memang…tapi pada akhirnya malu lah aku…pada makhluk-makhlukNYA atas airmata yang jatuh atas mudahnya kata-kata keluh kesah yang mengalir..dan lebih malu lah aku padaNYA. itu semua karena aku lupa kalau aku butuh sejenak bersamaNYA.

aku akui memang tak mudah untuk kembali menata dan menguatkan hati…tapi sesulit apapun harus tetap aku lakukan. Karena hidup ini hanya mampu di lewati orang-orang “kuat”. perlahan semua yang terjadi membuatku benar-benar sadar betapa pentingnya sejenak..dengan sejenak aku belajar mendewasakan pikiran, mendewasakan perilaku dan mendewasakan hati.

dari sejenak aku berusaha menerima setiap takdir yang terjadi dalam hidupku. Kalaupun memang ALLAH berkehendak dengan jalan inilah aku mampu mendekatkan diri padaNYA aku terima. Toh….tak perlu berjalan di jalan yang sama untuk sampai pada SATU TUJUAN yang sama.

pada akhirnya sejenak aku kembali merencanakan langkah ku dan menguatkan kaki ku. karena aku mulai menyadari aku tak dapat bergantung pada siapa pun kecuali padaNYA. cepat atau pun lambat semuanya akan berjalan di jalannya masing-masing. dan aku harus mulai melatih kaki ku untuk mampu berdiri tegak dan melangkah tegap tanpa tongkat penyangga di sampingku..
begitupun dengan kalian…kalian pun harus tetap melangkah meskipun tak selamanya jalan yang kalian lalui mudah untuk dilalui.

Semoga Allah mencurahkan rahmatNYA pada kita semua…
tetaplah istiqomah…selama kalian yakin atas jalan yang kalian tempuh..InsyaALLAH kita akan kuat melangkah dengan kaki kita masing-masing. jika pun kelak raga ini terpisah jarak dan waktu. jika pun kelak kau terjatuh maka bangkitlah segera..ingatlah ada kaki-kaki lain yang juga tengah tertatih melangkah di tempat lain.

“ya ALLAH,sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah hanya kepada MU,bertemu untuk taat kepadaMU, bersatu dalam rangka menyeru (di jalan)MU, dan berjanji setia untuk membela syariatMU,maka kuatkanlah ikatan pertaliannya,ya Allah abadikanlah kasih sayangnya,tunjukkanlah jalannya dan penuhilah dengan cahayaMU yang tidak pernah redup,lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakal kepada MU, hidupkanlah dengan ma’rifahMU. sesungguhnya Engkau sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penolong.” amin.

asrama darunnajah,30 Desember 2010 pkl.23.10 WIB

SANGKURIANG

Bolehkah aku bertanya puisi singkat seperti apa yang kalian harapkan?
Hmm….Puisi?
Tentang kita?
Maaf si aku belum mahir menulis puisi euy….
Sebagai gantinya nih tulisan aneh dari dan untuk SANGKURIANG family.
Awal pengumpulan orang-orang aneh yang aneh.
Oh ya..perkenalkan nama saya Ucy Herawati, program studi pendidikan ilmu komputer, NIM 0706643…hahaha..(garareje.com)
Okeh deh…serius nih..^^V
Jujur ya…entah kalian ngerasa atau ngga kita terkumpul karena adanya proses pemaksaan dan terpaksa. Proposal DIKTI yang bernilai 40 juta itu yang membuatkan kita terpaksa menjerumuskan diri dalam kumpulan orang-orang aneh ini.
Tapi, mungkin aku …harus berterimakasih tuh sama orang-orang DIKTI karena mereka aku menemukan kalian dalam satu fase hidup ku . Dan aku harus bersyukur Rabb-ku…Ya Allah…puji syukur alhamdulillah Kau perkenankan kami untuk saling mengenal, tuk saling membantu, tuk saling berbagi…kau ikatkan kami dalam ikatan kekeluargaan..terimakasih ya Rabb..
Awalnya tak seindah yang kita rasakan sekarang. Ada rasa kecewa, ada rasa lelah, ada rasa jengkel, ada rasa takut, ada rasa risih, ada rasa enggan mewarnai proses itu…dan kita telah berhasil melewatinya…kalian sadar itu…kita berhasil..hingga kita bisa rasakan indahnya kebersamaan ini meskipun raga tak selalu bertemu. Tapi ada rasa kebahagiaan tersendiri ketika kita kembali berkumpul..tak ada perasaan lain selain suka cita hingga terkadang raga enggan untuk terpaksa terpisahkan oleh waktu dan keadaan.
Perlahan aku mengenal kalian satu persatu, begitu banyak hikmah yang aku dapat. Mencoba memahami karakter kalian satu per satu memang bukan pekerjaan yang mudah tapi sampai saat ini masih terus aku lakukan. Kalian tahu ketika aku satu per satu mengetahui harapan – harapan kalian ada rasa yang aneh di dalam hati. Ketika mulut berucap Ya..Allah kabulkan segala harap saudara-saudara ku…dan (amin…amin… )terdengar lirih ditelingaku..entah apa…tapi ada rasa bahagia ketika membayangkan satu per satu harapan kalian menjadi nyata…tapi ada rasa sedih pula disana saat aku mencoba menyadarkan diri ini bahwa kebersamaan kita tak kan abadi. Ketika kita ditakdirkan bertemu maka bersamaan dengan pertemuan itu pula perpisahkan kita telah di tetapkan..
Dimanapun kelak Allah kan menempatkan kita..meski raga terpisah jarak…jangan pernah lupakan kalau pada fase hidup kita di kampus ini kita pernah saling mengenal dan berbagi.
Ya…Rabb,,,lindungilah mereka dimanapun kelak mereka kan melanjutkan fase hidup yang selanjutnya…Ya..Rabb..kabulkanlah harapan kami tuk bisa saling mengunjungi ke daerah asal masing-masing. Ya Rabb…jaga lah rasa sayang ini untuk tetap bersemayam dalam hati-hati kecil kami..Suatu saat kumpulkanlah kembali kami dalam fase hidup yang berbeda dalam kondisi yang lebih baik dari hari ini…amin…

dipersembahkan untuk Sangkuriang family..
[nabil, kang giri, imon, deni , gina ,Uni ichie , ria, tika , abah, kang wisnu, jang linar, kang panji dan yang paling spesial untuk mobil-mobil impian kami..hehe]

Asrama Ulul Azmi , 22 Oktober 2010
Pkl.09.44

Selamat Hari Lahir Uni…

Hari ini tepat 22 tahun kontrakmu di dunia ini telah terlewati.
Entahlah…rasa seperti apa yang harusnya hadir???.Mungkin saja, bahagia atas segala nikmat yang telah Allah berikan padamu atau bahkan sedih atas gunungan dosa yang telah terbentuk selama ini.
================
Seorang anak manusia telah terlahir dari rahim sesosok wanita luar biasa di tanah minang nun jauh di seberang sana.
Kini ia tumbuh menjadi sosok yang lembut penuh kasih namun kuat.
Ia begitu menyayangi keluarganya meski rindu harus terus di pendam demi raih cita di tanah rantau.
Banyak yang telah terjadi..tawa dan tangis itu kan jadi saksi atas pertemuan kita di kota ini.
Tak ada seorang pun yang tahu takdir seperti apa yang menanti kita di depan sana.
Perpisahan pasti akan terjadi..cepat ataupun lambat..ingin ataupun tak ingin.
Harapku,,kau bahagia dimanapun takdir menetapkan mu.
Seberat apa pun perjalananmu..jangan pernah lagi berpikir untuk menyerah..karena percayalah kau KUAT.
Merindukanmu..kelak..itu pasti…
Ketika jarak memisahkan kita…aku akan merindukan.
Ketika waktu mulai perlahan namun pasti merentangkan sayapnya..aku akan merindukanmu.
Ketika sudah ada malaikat kecil yang memanggil kita “ummi”…aku akan merindukanmu.
Bahkan ketika rambut ini memutih, tubuh merapuh … aku akan merindukanmu
Hanya Allah yang Maha kuasa…yang menanamkan rasa rindu pada hati ini. Menanamkan ingatan dalam lempengan kenangan. Menggerakkan bibir untuk saling mendo’akan.
=====================
Selamat hari lahir uni…
Terima kasih telah hadir dalam kehidupan ucy.
Terima kasih atas segala kasih sayang yang telah uni berikan.
Uni adalah satu kebahagiaan yang Allah Anugrahkan dalam episode perjalanan hidup ucy.
Semoga uni di berikan kesabaran menanti ketetapan Allah akan pembukaan gerbang “universitas kehidupan” yang sesungguhnya untuk uni .
Tercapai segala cita dan harap. Tergerakkan langkah kakinya untuk selalu mendekat pada Rabb-nya. Menebar manfa’at dan kasih sayang dimanapun kau singgah. Dan semoga Perlindung-NYA menangungi mu selalu..amin
Eits…Mesir Menanti kedatanganmu…^^
Sekali lagi selamat HARI LAHIR UNI….

Bandung,28 Juli 2010
Jam 9 pagi lewat 4 menit….
Dari yang kan merindukanmu..”cepat atau lambat”..

SEMANGAT itu menular….

Entah teori darimana tapi aku percaya semangat itu menular.
Semangat membuat si lemah menjadi kuat.
Semangat menyihir airmata menjadi senyuman.
Semangat merubah suramnya suasana putus asa menjadi terang akan cahaya harapan.
Semangat membuatmu bersyukur telah lahir di dunia ini.
Semangat membuat seorang anak manusia tegar menapaki jalan kehidupan meskipun tak semudah yang ia pikirkan.
Semangat bukan hanya bisa ditularkan oleh para trainer dalam training motivasi yang hanya berdurasi 2 jam saja. Karena sesungguhnya training motivasi itu harus selalu kita hadirkan dalam rentang umur yang Allah anugrahkan pada kita.

Andai mata hati kita mampu melihatnya. Trainer motivasi itu ada di sekitar kita. Meskipun ia bersembunyi dalam sosok anak kecil, tukang becak, ibu-ibu tua, penjual gorengan, guru, teman, dan bahkan ia bersembunyi dalam sosok dirimu sendiri.

Pada dasarnya menurutku setiap manusia memiliki potensi untuk saling menularkan semangat. Hanya saja tidak setiap manusia menyadarinya.

15 juli 2010, malam itu aku bertemu dengan para penular semangat. Mereka menjangkitku dengan virus semangat yang mereka tularkan meskipun mungkin tanpa mereka sadari. Ceritanya, malam itu target-target menyambut Ramadhan sedang diramu. Tak perlu banyak orang untuk memulai. Dari lingkaran kecil itu kami memulai. Tanpa ada guru, tanpa ada ustadzah, kami berikrar untuk saling menguatkan dan mengingatkan.
Tawar menawar pun terjadi. Gelak tawa menyelimuti kerutan dahi yang memikirkan..”bisa ga ya,,,tuh target terpenuhi”…tak jarang tawaran yang paling rendah memenangkan ”tender”nya untuk di sepakati. Mahasuci Allah..mungkin ketika orang-orang yang telah terlatih dan terbiasa akan dengan mudah memenuhi targetan Ramadhan yang telah kami buat .Tapi , bagi kami dari sinilah semuanya akan bermula. Awal dari sebuah pembiasaan .

Saat kertas penuh coretan itu ku lihat yang terlihat disana bukanlah targetan yang minimalis. Targetan Persiapan Ramadhan yang Luar Biasaa menurut ku… ketika semuanya berusaha untuk memulai dan istiqomah. Ketika semuanya berusaha untuk saling menjaga dan mengingatkan. Dan aku merasakan Semangat yang Dahsyat di sana. Aku yakin pengujian akan terjadi, pertanyaannya,,”mampukah kami melewati ujian tersebut?”.ya…Semuanya berproses…dan kita akan lihat hasil akhirnya

Jalan menuju-MU memang tak lah semudah merangkai kata. Istiqomah dalam meniti langkah mendekati-MU pun takkan mudah di lakukan tanpa tekad dan semangat yang Luar Biasaa..tekad dan Semangat yang tak terkikis waktu dan rasa bosan. Satu pertanyaan yang dapat digunakan ketika diri ini merasa bosan menjalankan amalan untuk mendekatkan diri kepada-NYA, maka tanyakanlah “Tidakkah Surga tampak menarik lagi bagimu? “

Sungguh ketika kita sadar dengan sesadar-sadarnya. Tujuan penciptaan diri ini tak lain untuk beribadah kepada Sang Pencipta nya. Sungguh malu..terkadang kita lebih sering lupa akan hakikat penciptaan diri. Ketika kita lebih nyaman mengikuti rasa bosan kita. Ketika rayuan kemalasan melenakan waktu. Hingga tanpa sadar waktu yang kita miliki habis terlindas kesia-sian.Ya Rabb…ampuni kami…

Air Mata-mu Kan jadi Saksi

Pemimpin…
Memimpin..
Dipimpin..

Kurasa itu fitrah manusia
Dan memang takkan semudah kata-kata mutiara yang teruntai
Ya….menjadi seorang pemimpin tidaklah mudah.
Ketika kau tak lagi hanya memikirkan dirimu sendiri.
Ketika kau harus mengalahkan ego-mu untuk tak peduli.
Ketika pundak mu harus memikul sesuatu yang lebih berat dari yang lain Tapi sungguh…masih banyak orang lain yang bebannya lebih berat darimu.

Aku tahu kau TANGGUH…
Aku tahu kau KUAT…
Dan Aku yakin kau MAMPU..
Airmata itu bukan bukti kalau kau lemah..itu hanya sebuah PROSES..
Kau akui ataupun tidak..aku melihatnya..
Aku melihat mata itu mulai memerah dan berkaca..
Tatapan sok tegar sambil menahan sesuatu di mata itu…sungguh tak masuk akal jika kau pikir aku tak tahu..
Mungkin kau malu..aku rasa wajar..
Tapi setahu ku tak ada larangan seorang pemimpin menangis…

Suatu saat kau akan sangat menghargai proses itu…
Jujur aku bahagia melihat airmata yang terus kau coba tahan meskipun pada akhirnya bendunganmu tak mampu menahan seutuhnya…
karena setidaknya aku melihat sosok yang sedang berusaha untuk mengerti..
Sosok yang sedang berusaha untuk belajar..
Sosok yang sedang mencoba memahami..
Ingin rasanya aku beritahu mereka semua…
“Hei..semua, lihatlah..pemimpin kalian menangis..dan mungkin atau pasti ada kalian dalam tetes airmatanya..lihatlah dia adikku yang gagah menahan tangisnya di depanku..”
Dan kau tahu mungkin ketika itu tanpa kau sadari akulah yang harus menyembunyikan airmataku dalam canda..menahannya lewat kata..aku tak tahu apakah semua kata itu berguna untukmu..
Karena aku pun sedang belajar..
Belajar untuk bijaksana..
Belajar untuk menenangkan..
Belajar untuk berpikir dewasa..
Dan Belajar ..bagaimana menjadi seorang kakak..

yang coba ku yakinkan kau bukanlah yang terKORBAN tapi yang TERPILIH..
Aku akan menantimu..
Ketika kau buktikan padaku…
Ketika kau buktikan pada semua…
Kalau kau mampu….
Mampu sebagai seorang pemimpin…
Tak peduli rintang yang kan menghadangmu di depan sana..yang ingin ku tahu kau mampu melewatinya..

Meniru…aku rasa boleh saja..
Tapi tak perlu TAKUT untuk ber-BEDA..
Karena memang kau tak sama..
Kau adalah kau
Aku adalah aku
Mereka adalah mereka

Pujian dan sanjungan memang kan terasa menyejukkan…di kala semua orang mengakui-mu..silahkan saja nikmati..toh..semua itu takkan abadi..
Dikala kau tak di hargai, di kala kau lelah,kecewa,kesal,sedih bahkan marah maka ingatlah kembali apa TUJUANmu..dan anggap semua itu proses pembelajaran mu di universitas kehidupan ini…

Hei sang pembelajar…ku katakan pada mu..
Saat ini mungkin kami masih ada di dekatmu…dan ku harap kelak kau lah yang menggantikan peran ini..

Catatan Kehidupan di Tempat ini…

Tiga tahun sudah aku berdiri di tempat ini. Begitu banyak yang terjadi. Begitu banyak perubahan, penemuan, pelajaran, rasa dan pengalaman yang ku dapat. Pertama kali aku mengijakkan kaki di tempat ini yang ada diotak-ku. Aku ingin menjadi MAHASISWA yang sebenar-benarnya mahasiswa minimal menurut keriteriaku sendiri. Tapi satu niatku saat itu, aku tidak akan mendekati lingkungan yang berbau ke-rohis-an. Entah..kenapa aku ingin mencoba dunia anak muda yang lain. Meskipun jelas jilbab menutup dada minimal tidak akan pernah aku rubah untuk dipermak menjadi pendek dan sebagainya. Celana bahan jeans, baju panjang selutut, sepatu tali model cowok di lengkapi dengan tas gendong dan jam tangan gede jadi style favoritku. Dan ternyata Sang Penciptaku jelas lebih mengetahui apa yang terbaik untukku. Meski awalnya seperti terjerumus tapi pada kasus ku. Aku lah yang menjerumuskan diri. Allah mempertemukanku dengan seorang teman baru bernama elfa silfiana yang saat ini menjadi sahabatku. Awalnya aku hanya ingin tahu kegiatan apa saja yang ia lakukan di masa awal perkuliahan dan sampailah aku pada diriku yang saat ini.
Aku yang jatuh cinta pada ke-organisasi-an..karena disini aku diberikan kesempatan untuk bermanfaat bagi orang –orang sekitarku. Organisasi mengajariku manajemen diri, waktu, prioritas dan sebagainya. Organisasi mengajari mengenal karakter-karakter orang lain minimal rekan kerjaku. Organisasi mengajari ku tentang kepemimpinan. Organisasi memperkenalkan aku dengan rasa letih, kecewa, puas, bahagia,bangga…dan masih banyak lagi. Terkadang Organisasi membuatku benar-benar merasakan waktu 24 jam yang aku miliki tak cukup untuk semua yang harus aku lakukan.Organisasi mengubahku dari sosok yang tak berani berpendapat menjadi sosokku yang sekarang. Aku sadar Sang Penciptaku lah yang sebenarnya mengajariku lewat organisasi-organisasi yang masuki. Hingga pembentukkan karakterpun aku rasakan.
Style-ku yang jelas jauh berubah. Celana jeans yang sudah ke-enyah-kan dari lemari pakaian ku tergantikan dengan pakaian “Rok-er”. Jilbab yang dulu terasa sudah membuatku merasa aman sekarang terasa begitu minim kalaupun aku mengenakannya jaket wajib ku pakai. Style-ku yang saat ini cukup membuatku menjadi perhatian ketika pertama kali pulang kampung apalagi kalau aku harus berjalan sendirian di pasar .Kegiatan yang dulu memang sering aku lakukan. Namun sekarang membuatku sedikit risih…sepanjang perjalanan di pasar lirikan mata mulai dari pedagang,tukang ojek sampe tukang becak seperti melihat makhluk aneh itulah hari pertama ketika aku menginjakan kaki di pasar dengan style yang baru tapi inilah pilihanku. Dan akhirnya mereka pun mulai terbiasa dengan pakaian “Rok-er” dan jilbabku hingga lirik aneh itu berubah menjadi sapaan “Assalamualaikum..” setidaknya itu tak lagi membuatku merasa bak teroris yang wajib untuk dicurigai dalam pikiran mereka.
Lingkungan ke-rohis-an ternyata tak terelakan..awalnya jelas masih tak PeDe untuk ada disana merasa diri ini sendiripun masih harus di perbaiki. Pada awal tahun ke tiga bahkan aku memberanikan untuk masuk ke departemen kerohanian dengan ke-PeDe-an yang pas-pasan. Hingga akhirnya di tahun terakhir aku melihat adik-adik tahun pertama yang begitu bersemangat menikmati sajian lingkungan rohis membuatku tersadar. Begitu banyak kesempatan yang dulu telah terlewatkan hanya karena ketidak PeDe-an. Sudahlah..yang saat ini aku lakukan..nikmati kesempatan yang tersisa dan sungguh tak ingin lagi menyiayiakannya begitu saja. Ketika teman-temanku masih merasa enggan aku akan mencari teman lain yang bersemangat tak peduli apakah aku menjadi bagian yang paling tua di antara mereka. Karena sungguh ketika aku meninggalkan dunia mahasiswa ini aku pasti akan merindukan sajian-sajian ini.
Jelas semua perubahan bukan dengan sulap atau sihir. Semuanya butuh proses dan aku menikmati proses metamorfosis ku. Sampai pada akhirnya aku mengingat kembali niat ku di awal perkuliahan. Dan aku hanya mampu berkata..”betapa Sang Penciptaku menyayangi ku..hingga tak Ia biarkan aku memasuki dunia yang mungkin akan membuatku menjauh dari-NYA”.
Bermanfaat..
Lakukan dan berikan yang terbaik..
Tinggalkan jejak..
Kehidupan didunia ini tak kan kekal…tapi disinilah kau menyiapkan kehidupan akhiratmu..
Pengorbanan mu jelas tak setara dengan pengorbanan Rasulmu…kenapa masih ada saja keluh yang terlontar…
Apa yang kau lakukan saat ini…akan menggambarkan masa depanmu kelak..
Penyesalan itu fitrahnya akan datang di akhir…dan sungguh tak ku harapkan itu..
Ingat ! apa-apa yang sudah kau lakukan dengan masa muda mu..akan kau pertanggungjawabkan kelak..
Keseimbangan dalam segala hal..menjadi sangat penting..
Kesempatan dan Pilihan itu warna kehidupan, seperti halnya pertemuan dan perpisahan..

Deret-deret kata diatas yang coba ku ingin ketika diri dan jiwa ini mulai ingin mengeluarkan keluh.
Dan saat ini ketika aku sadar waktu ku di tempat ini takkan lama lagi. Sungguh aku menyesali setiap keluh yang pernah ada dan setiap kesempatan yang terlewat begitu saja. Untuk semua yang tak seimbang. Untuk semua yang terabaikan.
Teman..sungguh waktu tak akan pernah kembali..
Pertemuan yang mungkin tak bermakna itupun akan menjadi sangat kau takutkan ketika bayangan perpisahan mulai mendekat …dan saat itulah kau harus mempersiapkan hatimu untuk menyambutnya.

Tulisan ini hanya sedikit cara untuk mengingatkan diri ini akan perjalanan hidup yang telah terlalu.
Dan teman..manfaatkan waktu dan kesempatan yang tersedia…karena ingat…fitrahnya penyesalan kan hadir di akhir…

Kamar kosan,10 juni 2010
Pkl. 10:13 WIB

Ketika “Ego “ itu Kembali Meng-gelitik

Lagi dan lagi..
Aku tau ini tak seharusnya. Toh ini adalah pilihanku sendiri. Tak ada yang memaksa. TAPI, entah kenapa ? tetap saja ada rasa itu. Aku sendiri tak paham. Mungkinkah aku menyesal?
Serasa dia sang “Ego “ terus saja mengolok-olok ku…
“hahaha…salah sendiri..kenapa kamu ga nurutin apa kata aku ? rasain aja sekarang..hahahaha”, olok Ego.
Satu hal yang pasti aku harus terima kenyataan ini. Sampai kapan pun aku tak kan pernah bisa mencoret satu mimpiku itu. Tak akan pernah. Kesempatan telah terlewatkan dan waktu pun telah tergulir. Sesal. Mungkin ada. Tapi, lagi-lagi ku katakan pada diri ini.
“hey..manusia…itu pilihanmu sendiri. Tak ada seorang pun yang memaksa kau mengambil pilihan itu. Seharusnya tak ada alasan untuk menuai sesal…hargailah pilihanmu sendiri.”
Aku mengambil pilihan ini. Aku melewatkan kesempatan itu. Bukan..bukan tanpa pertimbangan. Hari dimana siang dan malam ku penuh dengan list-list pertimbangan. Ketika aku merasa kuat untuk memilih salah satu jalan. Allah membelokkan niatku kembali bahkan di detik-detik terakhir tentu dengan cara-NYA. Air mata ini jatuh ketika ku ingat apa niat ku ? ku tanyakan pada hatiku, adakah ego bermain disana ?…hanyakah untuk sekedar mencoret deklarasi mimpi yang telah menahun tertempel di dinding kamarku. Sejujurnya tidak. Tidak hanya karena itu. Aku ingin membuktikan apa yang selama ini aku dengar. Sungguh aku ingin memperbaiki. Meski aku sadar kemampuanku mungkin tak seberapa. Tapi, aku kemudian tersadar.
Lihat. Lihatlah rumahmu sendiri. Tak tampakah dia bak seonggok gubuk di tengah megahnya bangunan di sekitarnya. Astagfirullah…
Aku kesal pada diriku sendiri. Kenapa aku ingin memperbaiki rumah tetangga sedang aku mengelak melihat rumahku sendiri?
Jujur…saat itu ada kesal dalam hati. Ketika melihat mereka yang ada disekitarku enggan menjadi penghuni rumah yang tak jarang orang katakan itu lebih mirip gubuk dari pada rumah.
Biarlah. Meski aku tak tahu seberapa mampu , seberapa kuat aku bertahan. Aku tak mampu berjanji mengubahnya menjadi istana. Tapi, setidaknya aku akan membuat rumah itu lebih kokoh, lebih nyaman, akan ku tambal dinding yang bolong dan atap-atap yang bocor itu ..semampuku. hingga pada akhirnya aku akan tenang meninggalkan adik-adikku dalam rumah kami sendiri.
Sadar, jasad ini takkan selamanya aku miliki.
Sadar, aku tak kan mampu selalu ada untuk mereka.
Sadar, aku tak sehebat yang terlihat.
Sadar, aku pun harus tetap memperbaiki diri agar ku mampu kuat lakukan apa yang ingin aku lakukan.
Ya..Rabb..berkahi lah rumah ini. Berkahilah kami. Dan ku mohon kuatkan hati ini . Yakinkanlah hati ini bahwa ini adalah pilihan yang terbaik.
Aku tak peduli sekecil apa pun peranku di panggung kehidupan orang lain. TAPI , satu yang pasti aku adalah PEMERAN UTAMA di panggung kehidupanku sendiri.
Sahabat..aku tahu kalian bukannya tak peduli. Tapi, mungkin pilihan yang kita ambil tak lah sama. Ya..memang tak harus sama. Meskipun demikian aku yakin kalian akan tetap ada. Ada disaat ku butuhkan nasehat. Ada disaat ku butuhkan penyemangat. Selamat berjuang di dunia kalian masing-masing. Ada saat dimana kita akan di kumpulkan kembali dan diminta pertanggungjawaban atas dunia yang telah kita pilih.
Tetaplah jadi bintang yang selalu membagikan cahaya kecil dalam luas nya kelam malam. Kalianlah bintang-bintang itu yang menyinari kelamnya dunia para perjuang.

Hanya Ingin Jadi TEMAN-mu…

Aneh rasanya…
Kenapa ?
Aku pun tak tahu.
Berbedakah aku?
Aku juga ingin seperti yang lain. BEBAS…
Ada yang dulu bisa ku lakukan namun SULIT untukku lakukan sekarang.
Bukan. Bukan karena aku tak mau.
Tapi, ini keadaan.. aku sama sekali tak mengharap keadaan yang seperti ini. Sungguh.
Andai saja tak ada yang berubah…
Tapi, sudah lah semuanya telah terjadi.
Aku tak tahu..
mungkin …
aku akan sulit jadi sahabatmu seperti halnya yang lain.

Satu hal yang aku pahami.
Ini adalah skenario-NYA..kita hanya lah “pemeran”.
Satu kenyataan yang tak ku suka tapi harus ku terima.
Mungkinkah Aku takkan bisa jadi seperti yang lain di mata mu.
Meskipun, ego ku berkata harusnya BISA..aku bisa jadi sama seperti yang lain.

Hijab itu terasa begitu pekat.
Hingga…semuanya jadi seperti ini.

Andai ..aku berhak meminta padamu.
Tolong anggap aku biasa.
Biasa saja.
Tolang perlakukan aku sama
Sama dengan yang lain.
Jika iya, maka perlakukan aku biasa.
Perlakukan aku sama dengan mereka.
Sama seperti yang lain.
Haruskah terus seperti ini?
Aku juga ingin jadi teman mu..benar benar teman bukan hanya sekedar “Label”.
Bukan hanya menjadi teman ketika kondisi ter-kondisi-kan.
Bukan teman seperti itu yang aku inginkan.
Teman.
Aku sulit mendefinisikan kata ini.
Tapi, gunakan rasa mu ketika kau menganggapku teman.
Terima aku apa adanya.
Bukan karena kondisi, bukan karena kesamaan, bukan karena keharusan, bukan karena apa pun.
Aku hanya ingin jadi TEMAN mu…seperti halnya yang lain.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.